Kakanwil Ditjenpas Riau Monev di Lapas Pasir Pengaraian, Tinjau Ketahanan Pangan

Berita Polisi25 Dilihat

Rokan Hulu, intelmedia.co.id – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Riau, Maizar, melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pengaraian, Kamis (29/1/2026).

Kegiatan ini bertujuan memastikan pelaksanaan tugas pemasyarakatan berjalan sesuai ketentuan serta memperkuat disiplin jajaran. Kakanwil hadir didampingi Kabag Tata Usaha M. Lukman, Kabid Patnal Nimrot Sihotang, dan Kabid Pembinaan Suroto, yang disambut langsung oleh Kalapas Pasir Pengaraian, Efendi Parlindungan Purba.

Dalam arahannya, Kakanwil Maizar memberikan instruksi keras kepada seluruh jajaran agar senantiasa menjaga integritas. Ia menekankan bahwa profesionalisme adalah harga mati agar tidak terjebak dalam pelanggaran hukum maupun kode etik.

“Saya mengingatkan seluruh jajaran agar terus menjaga integritas dan bekerja sesuai aturan. Komitmen dalam bertugas adalah kunci utama mewujudkan pemasyarakatan yang bersih,” tegas Maizar.

Kalapas Efendi Parlindungan Purba menambahkan bahwa monev ini menjadi motivasi besar bagi anggotanya. “Ini adalah sarana evaluasi penting untuk meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan pemasyarakatan yang optimal,” ujarnya.

Momen menarik terjadi di akhir kegiatan, di mana Kakanwil Maizar bersama Ketua PIPAS Riau, Ny. Dian Hariani Maizar, meninjau langsung area asimilasi. Mereka berkesempatan melakukan panen telur ayam dan sayur kangkung hasil kerja keras warga binaan.

Capaian Lapas Pasir Pengaraian Ketahanan Pangan ini diperkuat dengan aksi penanaman kembali:

  • Penyemaian benih kangkung dan semangka.

  • Penanaman pohon mangga di area depan Lapas.

  • Penguatan sektor peternakan ayam petelur.

Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Fokusnya mencakup penguatan pengawasan, menjaga keamanan dan ketertiban (Kamtib), serta mendukung Program Ketahanan Pangan nasional dari balik jeruji besi.

Melalui kemandirian ini, warga binaan diharapkan memiliki keterampilan yang mumpuni saat kembali ke masyarakat nantinya.

(Drjt)

Tinggalkan Balasan