Cirebon Kota, intelmedia.co.id – Puluhan buruh pasir dan kuli angkut yang terdampak penutupan aktivitas Galian C di wilayah Kelurahan Argasunya menyampaikan aspirasi mereka secara damai di kantor kelurahan setempat, Senin pagi. Aksi penyampaian aspirasi ini berlangsung aman dan kondusif dengan pengawalan dari Babinsa Kelurahan Argasunya, Serda Hednri G. dari Koramil 1402/Harjamukti.
Penutupan galian oleh Pemerintah Kota Cirebon dinilai telah berdampak serius terhadap penghasilan harian para buruh, yang menggantungkan nafkah keluarga dari aktivitas pengangkutan pasir. Dalam pertemuan tersebut, mereka meminta agar pemerintah memberikan solusi atas kondisi ekonomi yang mereka alami.
Aspirasi tersebut diterima langsung oleh Lurah Argasunya, Mardiansyah, S.A.B., didampingi oleh Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan Ketua RW setempat.
“Kami sangat memahami keresahan para buruh yang kehilangan sumber penghasilan akibat penutupan galian. Pihak kelurahan akan segera menyampaikan aspirasi ini kepada Pemerintah Kota dan instansi terkait. Kami berharap akan ada solusi seperti program padat karya atau bantuan sosial sementara,” ujar Lurah Mardiansyah.
Sementara itu, kehadiran Babinsa menjadi bagian penting dalam menjaga ketertiban kegiatan agar tetap aman dan tertib. Serda Hednri G. menegaskan bahwa TNI selalu hadir untuk memastikan stabilitas wilayah binaannya.
“Kami mengawal kegiatan ini agar tetap berjalan tertib dan aman. Aspirasi warga harus didengar, dan kami berharap pemerintah segera merespons dan memberikan solusi terbaik,” ujarnya.
Aksi damai ini menjadi refleksi atas pentingnya pendekatan sosial dalam setiap kebijakan lingkungan. Pemerintah diharapkan mampu menyeimbangkan antara pelestarian lingkungan dan keberlangsungan hidup masyarakat sekitar yang terdampak langsung oleh kebijakan tersebut.
(Yunita)











