Ngaku Ormas Al Jabar, Oknum Preman Keroyok 2 Pengurus FWJ Indonesia Korwil Kuningan

Berita Polisi579 Dilihat

Kuningan, intelmedia.co.id – Insiden pengeroyokan yang menimpa Ketua dan Wakil Ketua Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia Korwil Kuningan, Jawa Barat, menjadi sorotan publik. Peristiwa itu terjadi saat gema takbir Iduladha 1446 H bergema pada Kamis malam (5/6/2025) sekitar pukul 20.55 WIB, di Terminal Paniis, Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan.

Dua korban dalam insiden ini adalah Irwan Fauzi (Ketua FWJ Korwil Kuningan) dan Zaky (Wakil Ketua). Keduanya mengalami luka serius di wajah dan sekujur tubuh akibat dikeroyok sekelompok orang yang mengaku berasal dari ormas Al Jabar dan XTC.

Kejadian bermula saat Zaky bertemu rekannya di terminal tersebut. Tiba-tiba, seorang pria yang dikenal bernama Hadi alias Kokong, dalam keadaan diduga mabuk, menghampiri dan terlibat adu mulut dengan Zaky. Tidak lama kemudian, Hadi kembali dengan membawa sekitar 15 orang yang langsung melakukan pengeroyokan brutal terhadap Zaky.

“Mereka mengaku dari ormas Al Jabar dan XTC. Tanpa banyak bicara, mereka langsung memukuli Zaky hingga babak belur,” ungkap Irwan Fauzi, yang berada di lokasi kejadian.

Irwan menambahkan, saat ia mencoba melerai, dirinya juga ikut menjadi sasaran amukan para pelaku. “Saya berusaha memisahkan, tapi malah ikut dipukul, ditendang, diinjak-injak. Wajah dan tubuh saya pun berdarah-darah,” jelasnya.

Tak hanya kekerasan fisik, para pelaku juga merampas identitas pers dan KTP milik kedua korban, sambil mengancam, “Gua dari Al Jabar, jangan macam-macam lo, gua bunuh kalian semua!”

Usai kejadian, Irwan dan Zaky melaporkan insiden tersebut ke Polsek Pasawahan. Mereka kemudian diarahkan ke Polres Kuningan untuk membuat laporan polisi (LP) serta menjalani visum, dengan didampingi aparat kepolisian.

Diketahui, peristiwa ini diduga dipicu oleh dendam pribadi antara Hadi dan Zaky. Sebelumnya, Zaky pernah diminta warga untuk menggerebek tempat Hadi yang diduga menjadi pengedar obat terlarang, yang kemudian membuat Hadi menghentikan aktivitas ilegalnya.

Menanggapi insiden ini, Ketua FWJ Indonesia DPD Jawa Barat, Tony Maulana, mengecam keras aksi kekerasan terhadap insan pers.

“Profesi wartawan adalah bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara yang dijamin oleh Undang-Undang. Organisasi masyarakat seharusnya bersinergi dengan pers, bukan malah mengintimidasi, apalagi melakukan kekerasan,” tegas Tony.

Ia juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera menindak tegas para pelaku sesuai hukum yang berlaku, mengingat Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menggencarkan pembentukan Satgas Anti-Premanisme.

(Yunita)