by

Ekonomi Pulih, Mendag Lepas Ekspor 35 Triliun

Jakarta, Intelmedia.co.id – Kementerian Perdagangan (Kemendag) melepas ekspor produk dalam negeri senilai USD.2,44 miliar atau setara dengan Rp.35,03 triliun secara serentak di seluruh tanah air. Produk yang diekspor tersebut berasal dari 62 kabupaten atau kota di 26 provinsi.

“Hari ini saya melepas ekspor senilai Rp.35,03 triliun secara serentak di 18 titik di Indonesia secara hibrida,” kata Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi secara virtual pada Kamis (23/12/2021).

Menurut Mendag, pelepasan ekspor yang dilakukan pada saat ini, menandai perekonomian di Indonesia sudah mulai pulih seperti sediakala. Hasil ini, harus senantiasa dijaga secara optimal oleh seluruh pemangku kepentingan yang terkait. Dengan begitu, perekonomian dalam negeri berpeluang pulih dalam waktu yang lebih cepat.

Bukti dari perekonomian dalam dalam negeri semakin pulih membaik, secara kumulatif, kinerja ekspor Indonesia pada Januari-November 2021 mencapai USD.209,16 miliar atau naik 42,62 persen dibanding periode yang sama tahun 2020.

Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia bulan November 2021 mengalami surplus USD.3,51 miliar yang sekaligus melanjutkan tren surplus secara beruntun sejak Mei 2020, dan tercatat sebagai nilai ekspor bulanan tertinggi sepanjang sejarah.

Produk ekspor nonmigas dari Indonesia yang menerima permintaan tertinggi di pasar dunia meliputi lemak dan minyak hewan/nabati, bahan bakar mineral, besi dan baja, mesin dan perlengkapan elektrik beserta bagiannya, serta karet dan produk karet. Sedangkan lima negara yang menjadi pasar tujuan ekspor terbesar adalah Tiongkok (USD.46 miliar), Amerika Serikat (USD.23,13 miliar), Jepang (USD.15,18 miliar), India (USD.11,87 miliar) dan Malaysia (USD.9,66 miliar).

“Pelepasan ekspor ini merupakan kolaborasi dan kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pelaku usaha untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional, serta meningkatkan kinerja ekspor nasional,” katanya.

Diketahui, produk ekspor ini berasal dari 18 titik yang berada di 62 kabupaten/kota dari 26 provinsi. Meliputi Pangkal Pinang (Bangka Belitung), Pelalawan dan Pekanbaru (Riau), Lampung, Bogor dan Bekasi (Jawa Barat), Salatiga, Boyolali, dan Semarang (Jawa Tengah), Gresik dan Sidoarjo (Jawa Timur), Yogyakarta, Mataram (NTB); Pontianak (Kalimantan Barat), Samarinda (Kalimantan Timur), serta Serang dan Banten (Jawa Barat).

Adapun provinsi tersebut yaitu Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Riau, Bengkulu, Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.

(San/rls)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.