Terkait Viralnya Pemberitaan Pupuk Bersubsidi Di Kampung Warga Indah Jaya Melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) Ketua DPK LPAKN-RI PROJAMIN Tuba Angkat Bicara

Tulang Bawang, Intelmedia.co.id – Setelah di beritakan oleh puluhan Media Online beberapa hari yang lalu, kini “Beni setiawan, Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Lembaga Pemantau Aset dan Keuangan Negara Republik Indonesia (LPAKN-RI) Profesional Jaringan Mitra Negara (PROJAMIN) Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung, angkat bicara tentang penjual/pengeceran pupuk Bersubsidi yang melebihi dari (HET), Sabtu (04/05/2024)

Berawal dari permasalahan pupuk bersubsidi di Kampung Warga Indah Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung, hampir setiap tahunnya banyak dikeluhkan para petani dan tidak luput dari sorotan publik dan semua elemen masarakat, Permasalahan yang dikeluhkan para petani adanya kelangkaan pupuk bersubsidi dan harga yang meroket melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

Bukanlah jadi rahasia umum, pasalnya Kios Pengecer Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Tulang Bawang, yang terbentuk Asosiasi Kios Pengecer Pupuk Bersubsidi menjual harga pupuk bersubsidi yang seharusnya Rp 112.500 per karung/50 kg jenis pupuk Urea dijual dengan harga Rp=150,000per karung/50 kg, bahkan ada juga sampai Rp=250.000 per karung/50kg.

Dari hasil konfirmasi para awak media Online dan cetak ke kios pupuk “PERTANIAN IDAMAN bersubsidi di Kampung Warga Indah Jaya, Salah satunya (KA) sebagai pemilik kios Pengecer Pupuk bersubsidi yang Mengatakan, mengenai Kenaikan tersebut berdalih untuk biaya panggul dan biaya kegiatan yang lain–lain, termasuk untuk biaya bantuan ke Gapoktan nya.

“Beni Setiawan Ketua DPK LPAKN-RI PROJAMIN Tuba, menyayangkan sekali seorang Ketua Gapoktan Pengecer Pupuk Bersubsidi sudah memiliki Statement, beralasan membantu kelompoknya Gapoktan dalam keuntungan penjualan pupuk bersubsidi,” katanya.
Masih lanjut “Beni setiawan Ketua DPK LPAKN-RI PROJAMIN Tuba, sungguh keterlaluan ini tidak bisa di diamkan harga pupuk sudah naik melampaui harga (HET) yang sudah di tentukan pemerintah, apalagi ini sudah mencatut nama kelompok Gapoktan yang di ketuai oleh (KA) dan beralasan keuntungan sebagian untuk kelompok nya. Ucap Bung Beni Setiawan sapaan akrabnya dengan nada geram,.”

Hal senada yang di sampaikan oleh “Joni Putra Selaku wakil ketua DPK LPAKN-RI PROJAMIN Tuba, Ketua Gapoktan Pupuk Subsidi yang sudah mencatut nama kelompoknya dengan dalih akan membagikan sebagian keuntungan dengan hasil yang diduga dari penjualan pupuk bersubsidi, kami dari DPK LPAKN-RI PROJAMIN Tuba, meminta kepada Dinas Pertanian dan dinas yang terkait di Kabupaten Tulang Bawang, untuk memberikan sangsi yang tegas kepada (KA) yang telah mencatut nama kelompok Gapoktan yang di Ketuai oleh nya, apalagi penjualan pupuk yang bersubsidi sudah melampaui harga melebihi HET,” Pungkasnya. (Tim)