by

Keluargaku Adalah Hartaku Yang Berharga Dalam Kehidupan Di Dunia

Pekalongan, Intelmedia.co.id

Setiap anak dan remaja pasti menginginkan punya keluarga yang harmonis, dan juga pasti menginginkan punya orang tua yang bisa mengasihi anaknya dengan segenap hati dan jiwa.

Akan tetapi kenyataannya masih banyak anak dan remaja yang menjadi korban broken home, atau korban perceraian orang tua, bahkan korban dari orang tua yang tidak mau bertanggung jawab. Nah, inilah yang harus menjadi perhatian pemerintah khususnya di bidang perlindungan perempuan dan anak.

Jika mau di cari, di Indonesia ini banyak sekali anak dan remaja yang menjadi korban broken home dan korban ketidakadilan yang di lakukan oleh orang tuanya.

Seperti contohnya di kota Depok Jawa Barat, ada seorang anak yang sudah di tinggal oleh kedua orang tuanya sejak usia 9 tahun, Ibunya meninggal dunia karena sakit keras, sedangkan ayahnya pergi meninggalkan anak tersebut beserta adik adiknya yang berjumlah 4 orang termasuk dirinya.

Iya.., namanya Alviansyah (22) seorang anak yang sudah di tinggal oleh kedua orang tuanya, Ibunya meninggal dunia dan ayahnya meninggalkannya beserta 3 orang adiknya yang pada waktu itu masih terlalu kecil.

Sungguh terlalu kelakuan seorang ayah yang tega meninggalkan 4 orang anaknya yang usianya masih terlalu dini dan belum mengerti kerasnya dunia, anak yang seharusnya masih membutuhkan bimbingan, arahan, dan didikan dari seorang ayah, akan tetapi meninggalkan tanggung jawabnya sebagai seorang ayah.

Akhirnya Alvian harus berjuang seorang diri demi mencukupi kebutuhannya dan kebutuhan adik adiknya yang pada waktu itu masih sangat dini. Seorang anak yang waktu itu masih berusia 9 tahun harus bekerja seorang diri, dari menjadi kuli panggul, ssmpai menjadi supir angkot ia jalani walaupun harus menerima hinaan, di pandang sebelah mata.

Tapi seorang Alviansyah tidak menyerah dalam menghadapi kehidupan yang keras ini sampai akhirnya dia hari ini berhasil dan bisa menghidupi ketiga adik adiknya yang masih sekolah, saat diwawancarai oleh wartawan Intel Media melalui Whatsapp

Ia menyampaikan kepada Wartawan Intel Media sebuah harapan dan pesan Alviansyah kepada setiap orang yang membaca kisahnya ini, seperti berikut ini :

“Jangan merendahkan orang lain karena tidak selamanya manusia selalu di bawah, ingat roda selalu berputar dan harus selalu di ingat karena hal ini dapat kita jadikan sebagai bahan intropeksi diri dan mendorong kita untuk selalu berbuat baik.

Sebagai umat manusia yang dianugerahi hati dan juga akal, sehat sudah sepatutnya kita menjaga perilaku dan tidak memandang rendah orang lain. Dengan hal itu kamu akan menjadi pribadi yang lebih mulia dan dapat dihormati oleh setiap orang yang kamu temui.

Dengan merendahkan orang lain sama saja kamu telah merendahkan diri sendiri, karena perlu diingat dirimu belum tentu lebih baik dari orang yang kamu rendahkan.

Selain itu merendahkan orang lain di depan umum tidak akan membuatmu semakin kuat, namun sebaliknya hal tersebut akan memperlihatkan bahwa dirimu adalah orang yang lemah. Tidak hanya dapat merugikan diri sendiri, merendahkan orang lain juga dapat membuat mereka menjadi sakit hati, bahkan berujung dengan depresi

Maka dari itu, cobalah untuk memulai berbuat baik kepada orang lain, satu di antaranya dengan tidak memandang remeh mereka

Kamu dapat mendorong diri sendiri agar selalu berbuat baik dengan mengingat ucapan orang tua kita yang selalu mengingatkan kita dulu, tidak semua ucapan orang tua salah. kita bisa menyaringnya mana yang benar dan mana sala, trima kasih, “pungkasnya.

(Ariyanto)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed