by

Harapan Dan Keinginan Masyarakat Gunung Ratu,Bandar Negeri Suoh Yang Terdampak Gajah Liar Kepada Pemerintah

Lambar, Intelmedia.co.id

Konflik antara gajah dan manusia memang sering kerap terjadi di berbagai daerah di pulau sumatera terutama dilahan-lahan pertanian masyarakat yang berdekatan dengan register kawasan hutan lindung dan perkebunan sawit.

Dan setiap terjadi nya konflik selalu menimbulkan kerugian di kedua belah pihak,baik di pihak petani atau pun di pihak gajah nya itu sendiri.

Tidak sedikit kerugian dialami masyarakat petani yang ditimbulkan dari kawanan atau kelompok gajah liar ini,Baik itu berupa materi atau pun tanaman seperti buah-buahan,sayur-mayur,pisang dll, Namun juga tidak sedikit pula kerugian yang dialami hewan besar berbelalai ini seperti di jerat,diracun,bahkan di tembak menggunakan senjata api rakitan jenis locok.

Seperti yang sedang terjadi di Pekon Gunung Ratu,Kecamatan Bandar Negeri Suoh,Kabupaten Lampung Barat ini contoh nya,sudah ber bulan-bulan bahkan ber tahun-tahun konflik antara gajah dan manusia terjadi dan langkah yang diambil pemerintah,baik Pemerintah Daerah(Pemda),Polisi Khusus Jagawana(PolHut),Balai Badan Konservasi(BKSDA),serta Masyarakat, Tidak kurang-kurang namun belum juga membuahkan hasil yang memuaskan.

Bahkan akibat yang ditimbulkan menyebabkan beberapa rumah warga rusak parah antara lain rumah Bpk,Sarman,Sartimin,Hadi,dan juga kastam,serta merusak tanaman-tanaman warga yang berada di lingkup tanah marga.

Besar harapan dan keinginan masyarakat pekon gunung ratu kepada pemerintah agar konflik antara masyarakat dan rombongan gajah liar ini segera berakhir dan masyarakat yang terdampak terutama empat Kepala Keluarga tersebut segera mendapat bantuan dan perhatian dari pemerintah.

Seperti yang diutarakan oleh Bpk,Adi Wahono,Pemangku tiga,Dusun Pedukuhan,Pekon Gunung Ratu,Kecamatan Bandar Negeri Suoh “Saya sebagai pemangku dusun pedukuhan atas nama warga,meminta kepada pemerintah bagaimana cara nya supaya rombongan gajah-gajah liar ini tidak kembali ke perkampungan,karena sudah merobohkan rumah-rumah di bagian tanah marga”tuturnya.

Kita semua memang tidak bisa memungkiri bahwa keberadaan hewan di hutan lindung memang diperlukan untuk menjaga ekosistem hutan dan habitat mereka tetap terjaga, Dan disamping itu pula hewan gajah adalah hewan yang dilindungi baik oleh negara atau pun dunia serta bagi masyarakat yang kedapatan membunuh atau mencelakai hewan yang dilindungi dapat dikenakan ancaman hukuman pidana.
Namun satu sisi pula harus dengan pengawasan dan perhatian yang ekstra dari pemerintah,karena keberadaan mereka dihutan lindung yang berdekatan dengan pemukiman dan perkebunan warga,agar konflik antara gajah dan manusia ini tidak kembali terulang lagi.

(Soel)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed