Bupati Anton Pimpin Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla: Rohul Tetapkan Status Siaga Darurat

Kabar Daerah476 Dilihat

Rokan Hulu, intelmedia.co.id – Dalam upaya menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Bupati Rokan Hulu Anton, ST, MM memimpin langsung Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla Tahun 2025 yang digelar di halaman Kantor Bupati Rokan Hulu, Kamis (1/5/2025).

Apel ini turut dihadiri oleh perwakilan BPBD Provinsi Riau, Wakil Bupati Rohul H. Syafaruddin Poti, SH, MM, Ketua DPRD, Kapolres AKBP Emil Eka Putra, S.IK, SH, Kakan Kemenag H. Zulkifli Syarif, serta unsur Forkopimda, Sekda Muhammad Zaki, S.STP, M.Si, kepala OPD, Manggala Agni, Polisi Kehutanan UPT KPH Rokan dan KPH Batu Gajah, para camat, kepala desa/lurah, Danramil, Kapolsek, pimpinan perusahaan perkebunan, serta elemen masyarakat peduli api.

Dalam amanatnya, Bupati Anton menyampaikan bahwa berdasarkan data BMKG, musim kemarau di Rokan Hulu diprediksi akan datang lebih awal, dimulai pada dasarian ketiga Juni dan mencapai puncaknya di Juli. Hal ini memperbesar potensi kekeringan serta risiko Karhutla, terutama di enam kecamatan yang telah diidentifikasi rawan kebakaran.

“Sejak awal Januari hingga 25 April 2025, Provinsi Riau mencatat 199 hotspot dan 44 firespot dengan luas lahan terbakar mencapai 79,31 hektare. Rokan Hulu termasuk wilayah dengan risiko tinggi,” ujar Anton.

Sebagai langkah antisipatif, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu telah menetapkan status siaga darurat bencana Karhutla melalui Keputusan Bupati Nomor Kpts. 100.3.3.2/BPBD/214/2025, yang berlaku sejak 17 April hingga 30 November 2025.

Melalui apel ini, Bupati Anton menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi semua pihak, dari pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, hingga masyarakat, adalah kunci keberhasilan pencegahan dan penanggulangan Karhutla,” tegasnya.

Ia juga mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan patroli rutin, menyosialisasikan larangan membakar lahan, memastikan kesiapan peralatan dan logistik, serta mengedepankan penegakan hukum bagi pelaku pembakaran.

“Saya berharap dengan kolaborasi yang baik, kita dapat mewujudkan Rokan Hulu yang aman, sehat, dan bebas dari bencana asap,” pungkasnya.

(drjt)