Cirebon, intelmedia.co.id – Ratusan kuwu dari 424 desa se-Kabupaten Cirebon memadati Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, hari ini, Rabu (16/7/2025), bertepatan dengan 20 Muharram 1447 H. Mereka hadir dalam peringatan Haul Tradisi Mbah Kuwu Cirebon ke-525 tahun, sebuah acara budaya leluhur yang berlangsung khidmat sekaligus meriah.
Kegiatan tahunan yang diinisiasi oleh Forum Komunikasi Kuwu Cirebon (FKKC) ini menjadi bentuk penghormatan terhadap Mbah Kuwu Cirebon atau Pangeran Cakra Buana, sosok sentral dalam sejarah terbentuknya tanah Cirebon.
Hadir dalam acara ini antara lain Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag., Wakil Bupati Cirebon H. Agus Kurniawan Budiman, S.E., dan Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., serta Sekjen FKKC Alimudin.
Acara diawali dengan doa bersama dan ziarah ke makam Mbah Kuwu di Desa Cirebon Girang, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan spiritual ke komplek makam Sunan Gunung Jati. Ini menjadi bentuk napak tilas perjuangan dan nilai-nilai spiritual yang diwariskan para leluhur Cirebon.
Ketua FKKC, Muali, yang juga ketua panitia haul, menyampaikan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar tradisi. “Ini adalah simbol penghargaan terhadap nilai sejarah dan spiritualitas dalam kepemimpinan lokal,” ujarnya.
Muali menambahkan, “Tradisi ini bukan hanya penghormatan pada leluhur, tetapi juga sebagai pengingat akan makna seorang pemimpin. Memayu hayuning bawana—membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik—adalah tugas mulia seorang kuwu, bukan hanya memimpin, tapi juga mengabdi pada masyarakat.”
Ia berharap haul ini menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antar anggota FKKC, serta membangun solidaritas antar pemimpin desa dalam mengayomi masyarakat. Tradisi Haul Mbah Kuwu juga dimaknai sebagai upaya pelestarian kearifan lokal dan nilai-nilai spiritual keagamaan yang menjadi pondasi budaya masyarakat Cirebon.
Dalam suasana kebersamaan, para kuwu tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga merenungi tanggung jawab sosial yang diwariskan oleh para pendahulu. FKKC berkomitmen menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin yang tidak hanya bernilai historis, namun juga sebagai wahana memperkuat sinergi dan integritas pemimpin desa di Kabupaten Cirebon.
(Jamal/Adi)











