Rokan Hulu, intelmedia.co.id – Desakan penutupan PT Mandiri Alam Nusantara (PT MAN) semakin menguat. Ketua Penggawa Rokan Hulu, Alirman, secara tegas menyatakan bahwa organisasinya akan terus mendorong penutupan PT MAN sampai perusahaan tersebut menyelesaikan semua persoalan dengan warga Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tambusai Utara.
“Kami dari Penggawa Rokan Hulu tetap minta PT MAN ditutup. PT MAN sudah membuat gaduh Desa Bangun Jaya selama dua bulan terakhir,” tegas Alirman. Ia mempertanyakan mengapa PT MAN malah mendemo pemerintah dan DPRD alih-alih menyelesaikan masalah internal.
Alirman juga mempertanyakan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT MAN yang dinilai abai terhadap masyarakat sekitar. Ia menegaskan, jika PT MAN ingin menggunakan jalan desa untuk tonase lebih tinggi, mereka harus membangun jalan sendiri, seperti yang disampaikan oleh Wakil Bupati Saparuddin Poti.
Sebelumnya, Ketua DPRD Rokan Hulu, H. Sumiati, mengatakan PT MAN pernah menawarkan dua opsi: memperkuat jalan desa atau membangun jalan baru. Namun, sampai saat ini, belum ada realisasi.
Aksi demo yang dilakukan PT MAN terhadap pemerintah daerah dinilai mencederai semangat kemitraan. Hal ini menuai kritik dari berbagai tokoh masyarakat, yang menganggap tindakan perusahaan tidak proporsional.
Aksi damai yang digelar PANDAVA hari ini diikuti lebih dari 500 peserta dan mendapat pengamanan ketat dari kepolisian. Tuntutan utamanya adalah penutupan sementara PT MAN hingga persoalan dengan warga diselesaikan secara adil.
“Jangan salahkan desa. Desa sudah berjalan baik, mereka membangun jalan dengan dana terbatas untuk kepentingan bersama, bukan untuk dilintasi kendaraan berat perusahaan,” pungkas Alirman.
Bagaimana menurut Anda, peran pemerintah daerah dapat dioptimalkan dalam menengahi konflik antara perusahaan dan masyarakat desa untuk memastikan kedua belah pihak dapat mencapai kesepakatan yang adil?
(Drjt)











