Rokan Hulu, intelmedia.co.id – Pimpinan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) melaksanakan kunjungan silaturahmi ke kediaman Bupati dan Wakil Bupati Rokan Hulu, Rabu (17/12/2025). Kunjungan ini merupakan bagian dari tradisi luhur Melayu dalam rangka persiapan perhelatan adat besar di Negeri Seribu Suluk.
Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Rohul, Datuk Seri H. Zulyadaini, yang bergelar Datuk Saudagar Rajo. Kedatangan pengurus LAMR bertujuan melakukan prosesi “Sorong Tepak”, sebuah jemputan resmi secara adat untuk agenda Penabalan Junjungan Adat Raja Luhak Kunto Darussalam yang dijadwalkan pada Rabu, 14 Januari 2026 mendatang.
Datuk Seri H. Zulyadaini menjelaskan bahwa prosesi sorong tepak bukan sekadar formalitas undangan, melainkan simbol kehormatan, keramahan, dan upaya mempererat hubungan sosial.
“Budaya ini memiliki makna mendalam sebagai wujud memelihara nilai luhur adat istiadat. Kita ingin memperkenalkan kembali kepada masyarakat bahwa Melayu memiliki tata krama yang sangat tinggi dalam menjemput dan menghormati pemimpin,” ujar Datuk Seri Zulyadaini.
Ia menekankan pentingnya pelestarian budaya agar generasi muda atau “anak cucu” memahami jati diri mereka sebagai masyarakat Melayu. Menurutnya, setiap tradisi yang ada merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan para leluhur yang harus terus dijaga keberlangsungannya.
Lebih lanjut, Datuk Seri H. Zulyadaini menyampaikan pesan filosofis yang relevan bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Rokan Hulu, terlepas dari latar belakang suku dan budayanya. Ia mengingatkan pentingnya menghormati aturan dan kearifan lokal.
“Kami berharap masyarakat juga mengerti istilah ‘Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung’. Di mana pun kita berada, pasti ada adat istiadat, etika, dan keagamaan yang harus kita hormati bersama demi terciptanya keharmonisan sosial,” pungkasnya.
Kegiatan Penabalan Junjungan Adat Raja Luhak Kunto Darussalam pada Januari 2026 nanti diharapkan menjadi momentum besar bagi penguatan identitas budaya Melayu sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya di Provinsi Riau.
(Drjt)











