Pemkab Cirebon Pastikan Ketersediaan dan Kesehatan Hewan Kurban

Kabar Daerah117 Dilihat

Cirebon, intelmedia.co.id – Penjabat Bupati Cirebon, Drs. H. Wahyu Mijaya, SH., M.Si sebut stok hewan kurban jelang Hari Raya Idul Adha aman. Hal itu dikatakan Wahyu usai mengunjungi kawasan Padusan, Desa Kubang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Selasa (11/6/2024).

Dijelaskan Wahyu, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, ketersediaan sapi di wilayah Kabupaten Cirebon per tahunnya berkisar di angka 4200 ekor. Sedangkan, untuk kesiapan sapi untuk kurban ada di angka 1900 ekor.

“Untuk kebutuhan sendiri per tahunnya rata-rata ada di angka 1200, sehingga jika melihat data tersebut, maka sudah bisa dikatakan surplus,” ujar Wahyu.

Pun demikian dengan ketersediaan domba, ia menyebut bahwa stok yang ada, masih melebihi kebutuhan. “Untuk ketersediaan sendiri sebanyak 306ribu ekor, hewan siap kurban ada 61ribu ekor dan permintaan ada di angka 5600 ekor,” tambahnya.

Untuk lokasi Padusan Desa Kubang sendiri, ia melihat, sudah ada perputaran ekonomi yang baik. Pasalnya, dari jumlah ketersediaan hewan siap kurban, semuanya sudah dipesan.

“Kita ambil contoh kandang sapi disini, dari jumlah populasi yang ada sekitar 180 ekor dan 125 ekor siap kurban, semuanya sudah sold out dipesan. Secara pertumbuhan ekonomi, sudah sangat baik disini,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat ini.

Disinggung mengenai wabah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) yang tengah marak, Wahyu tidak menampiknya. Hanya saja, dirinya memastikan langkah yang diambil oleh Pemkab Cirebon melalui Dinas Pertanian sudah sangat maksimal.

“Dari Dinas Pertanian, terus mengawasi di lapangan mengenai kondisi kesehatan hewan. Penanganan langsung dilakukan bagi hewan yang kurang sehat atau sakit. Kita juga memastikan hewan yang terdistribusikan ini sehat,” jelasnya.

Di akhir, ia menyebut, selain dari segi ketersediaan dan kesehatan hewan kurban, pihaknya juga mempersiapkan juru sembelih halal (Juleha).

“Pelatihan bagi Juleha terus dilakukan, sehingga pada saat pelaksanaannya sesuai dengan apa yang kita harapkan,” tutupnya.

(Fjr)

**Cirebon – Stok Hewan Kurban Aman Jelang Hari Raya Idul Adha, Sebut Penjabat Bupati Wahyu Mijaya**

Penjabat Bupati Cirebon, Drs. H. Wahyu Mijaya, SH., M.Si., memastikan bahwa stok hewan kurban di Kabupaten Cirebon menjelang Hari Raya Idul Adha aman. Kepastian ini disampaikan Wahyu usai mengunjungi kawasan Padusan, Desa Kubang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, pada Selasa (11/6/2024).

Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, ketersediaan sapi di wilayah tersebut per tahun mencapai sekitar 4.200 ekor. Untuk kebutuhan sapi kurban sendiri, tersedia 1.900 ekor, sementara kebutuhan rata-rata per tahun berkisar di angka 1.200 ekor.

“Melihat data tersebut, kita bisa menyimpulkan bahwa stok sapi untuk kurban surplus,” ujar Wahyu.

Begitu pula dengan ketersediaan domba, stok yang ada masih jauh melebihi kebutuhan. Wahyu menjelaskan bahwa terdapat 306 ribu ekor domba, dengan 61 ribu ekor siap kurban dan permintaan sebanyak 5.600 ekor.

Di lokasi Padusan Desa Kubang, Wahyu melihat adanya perputaran ekonomi yang baik. Dari jumlah ketersediaan hewan siap kurban, semuanya sudah dipesan.

“Contohnya, di kandang sapi di sini terdapat populasi sekitar 180 ekor, dengan 125 ekor siap kurban, semuanya sudah sold out dipesan. Ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang sangat baik di sini,” jelas Wahyu, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

Menanggapi isu wabah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) yang sedang marak, Wahyu mengakui adanya ancaman tersebut. Namun, ia memastikan bahwa langkah-langkah yang diambil oleh Pemkab Cirebon melalui Dinas Pertanian sudah sangat maksimal.

“Dinas Pertanian terus mengawasi kondisi kesehatan hewan di lapangan. Penanganan langsung dilakukan bagi hewan yang kurang sehat atau sakit, dan kami memastikan hewan yang terdistribusi sehat,” tegasnya.

Selain memastikan ketersediaan dan kesehatan hewan kurban, Pemkab Cirebon juga mempersiapkan juru sembelih halal (Juleha). Wahyu menambahkan bahwa pelatihan bagi Juleha terus dilakukan agar pelaksanaan penyembelihan sesuai dengan harapan.

“Pelatihan bagi Juleha terus dilakukan sehingga pada saat pelaksanaannya sesuai dengan apa yang kita harapkan,” tutup Wahyu.

(Mar)