Cirebon, intelmedia.co.id – Menanggapi keresahan masyarakat akibat maraknya aksi geng motor, Polresta Cirebon menggelar Rapat Koordinasi lintas sektor pada Selasa (10/6), di Aula Vicon Mapolresta Cirebon, Sumber. Rapat ini dipimpin langsung Kapolresta Cirebon, Kombes Pol. Sumarni, S.I.K., S.H., M.H., dan dihadiri Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan sekolah, serta organisasi kepemudaan.
Kapolresta menegaskan bahwa aksi geng motor kian meresahkan, dengan pelaku mayoritas remaja usia sekolah yang terpengaruh lingkungan dan kurangnya pengawasan orang tua. “Mereka beraksi demi konten media sosial, biasanya di antara pukul 02.00–04.00 pagi,” ujarnya.
Polresta Cirebon telah mengambil langkah preemtif dan preventif seperti edukasi ke sekolah, patroli malam oleh Tim Raimas Macan Kumbang, hingga razia miras. Penegakan jam malam dan pembinaan lewat Pesantren Kilat juga menjadi bagian dari strategi.
- Ketua DPRD Cirebon, Dr. Sofhi Zulfia, mendukung pendekatan keagamaan dan menyoroti perlunya pembatasan SIM bagi pelajar.
- Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, mendorong penerapan sanksi akademik untuk membentuk karakter pelajar.
- Dandim 0620, Letkol Inf. Mukhamad Yusron, menyarankan klasifikasi pendekatan berdasarkan usia dan lingkungan.
- Kajari Cirebon, Yudhi Kurniawan, mencatat 66 kasus anak berhadapan hukum di 2024, dan 22 kasus hingga Mei 2025. Ia menyayangkan adanya masyarakat yang bangga dengan proses hukum.
- Ketua PN Sumber, Iko Sudjatmiko, menekankan pentingnya sistem intelijen dan kegiatan positif bagi remaja.
- Ketua MUI dan PC NU, mendorong program “bapak angkat” dan boarding school berbasis pesantren.
- PD Muhammadiyah menilai geng motor sebagai siklus tahunan, terutama saat PPDB.
- Dinas Pendidikan & Cabang Disdik Provinsi Jabar, memperkuat karakter pelajar lewat ekstrakurikuler dan pelarangan HP serta motor di sekolah.
- KPAID, FKKC, dan KNPI, mendorong sosialisasi pola asuh, penguatan amanat moral di sekolah, dan kegiatan pemuda selama liburan.
Rapat ini menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi lintas sektor. Kombes Pol. Sumarni menutup rapat dengan seruan:
“Yang kita perlukan saat ini adalah aksi, bukan lagi diskusi panjang. Jika semua pihak bergerak bersama, insyaallah Cirebon bisa terbebas dari geng motor dan kenakalan remaja.”
Rapat ini menandai langkah serius seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan kondusif dan melindungi generasi muda dari pengaruh negatif jalanan.
(Fjr)











