by

Kapolres Cirebon Kota dan Dir Polair Polda Jabar, Hadiri Giat Vicon Dengan Tema “Tangguh Menghadapi Bencana”

Cirebon Kota, Intelmedia.co.id

“Kita semua sedang dibeli pelajaran yang sangat luar biasa bukan hanya bencana alam tapi juga bencana non alam berupa pamdemi Covid-19. Bencana alam kemanusiaan yang tidak pernah ada pembandingnya dan berjarak krisis kesehatan, krisis ekonomi harus diselesaikan dalam waktu bersamaan. Bukan hanya skala daerah, bukan hanya skala nasional tetapi juga skala global. Lebih dari 215 Negara yang mengalami hal yang sama yang mengharuskan kita bekerja cepat harus inovatif dan juga berkolaborasi dengan semua pihak,” ujar Presiden Republik Indonesia Ir. H. JOKO WIDODO. Pada kegiatan bertempat di Ruang Catur Prasetya Polres Cirebon Kota Jl. Veteran No. 05 Kel. Kebonbaru Kec. Kejaksan Kota Cirebon telah berlangsung Kegiatan Kapolres Cirebon Kota AKBP IMRON ERMAWAN, S.H. S.I.K. M.H. Beserta Dir Polair Polda Jabar KOMBES POL A. WIDIHANDOKO, S.H. M.H. ( Selaku Pamen Asistensi ) melaksanakan Video Conference Membahas Penanggulangan Bencana Tahun 2021 dengan tema “Tangguh Menghadapi Bencana”, Rabu (03/03/2021) jam 13.00 wib – 14.00 wib.

Kegiatan dihadiri Oleh KOMBES POL A. WIDIHANDOKO, S.H., M.H. Dir Polair Polda Jabar, KOMPOL INDARTO S.SOS Kabag Ops Polres Cirebon Kota., AKP JAJANG WAHYUDIN S.H., M.H Kasat Intelkam Polres Cirebon Kota., AKP LA ODE HABIBI ADE JAMA, S.Ik, M.H Kasat Lantas Polres Cirebon Kota., AKP ACEP ANDA S.H Kasat Binmas Polres Cirebon Kota., IPTU M.ILHAM S.Ik Kasat Narkoba Polres Cirebon Kota., IPTU SUKIRNO S.H Kasi Propam Polres Cirebon Kota.,dan IPTU SAEFUDIN ADIMARA Kasiwas Polres Cirebon Kota

Lanjut Presiden Republik Indonesia dalam arahannya, “Negara Indonesia adalah Negara yang rawan terhadap bencana masuk kedalam 35 Negara paling rawan resiko bencana didunia. Satu tahun kemarin kita menghadapi bencana 3.253 bencana perhari kurang lebih sembilan bencana termasuk angka yang kecil tapi cobaan ujian tantangan yang harus kita hadapi,” ucapnya.

“Kita menduduki ranking tertinggi negara paling rawan bencana karena jumlah penduduk kita paling besar sehingga resiko jumlah korban yang terjadi apabila ada bencana juga sangat besar. Untuk itu selalu saya sampaikan pencegahan jangan terlambat. Harus mempersiapkan diri dengan antisipasi yang terencana dengan baik karna itu kebijakan Nasional dan Daerah harus sensitif terhadap kerawanan bencana,” pegas Presiden.

“Saya ingin mengaskan beberapa hal Jangan disibukan membuat aturan yang utama pelaksanaan dalam lapangan. Kebijakan untuk mengurangi resiko bencana harus benar benar terintegrasi. Tanggap darurat serta kemampuan melakukan rehabilitasi dan rekontruksi yang cepat paska bencana. Sistem peringatan dini harus berfungsi dengan baik bekerja dengan tepat dan akurat. Kecepatan adalah kunci menyelamatkan dan mengurangi jatuhnya korban. Serta Lakukan simulasi bencana secara rutin,” akhir Ir. H. JOKO WIDODO.

“Selama kegiatan situasi berjalan dengan aman dan kondusif dalam pelaksanaanya menerapkan Protokol kesehatan,” jelas IPTU NGATIDJA, SH.MH Kasubbag humas Polres Cirebon Kota.

(Fjr/hms)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed