by

Pernyataan Menteri Investasi Lukai MASPI Dan Bikin Gaduh, Pecinta Silat Tuntut Menteri Untuk Minta Maaf

Garut, Intelmedia.co.id

Pernyataan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia yang menyamakan pengusaha nakal dengan pencak silat membuat  Masyarakat Pencak Silat Indonesia (MASPI) dan para pecinta silat di tanah air sangat terluka. Pasalnya, konotasi itu menyebabkan pencak silat menjadi negatif.

Bahkan, perumpamaan pencak silat dengan pengusaha nakal bisa menyesatkan opini masyarakat. Apalagi, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) telah menetapkan pencak silat sebagai warisan budaya dunia tak benda (WBTB) sejak 2019 lalu.

Demikian diungkapkan pendiri Masyarakat Pencak Silat Indonesia, Wahdat MY kepada korankabarnusantara.co.id. Pegiat silat ini sangat menyesalkan statemen Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia yang mengkonotasikan pengusaha nakal dengan pencak silat. Lantaran hal itu, dia meminta Menteri Investasi/Kepala BKPM untuk mencabut penyataannya tentang pencak silat yang disamakan dengan pengusaha nakal.

“Kami Masyarakat Pencak Silat Indonesia meminta Pak Menteri untuk meluruskan pernyataannya soal pengusaha nakal yang disamakan dengan pengusaha pencak silat,” kata Wahdat.

Hal senada juga disampaikan Ketua Umum MASPI, H. Edwin Senjaya yang meminta Menteri Bahlil untuk menghentikan kontroversi tersebut. Bahkan, H. Edwin tak segan akan melakukan upaya dan langkah-langkah hukum yang diperlukan.

‘Tentunya, kami akan konsultasi dan koordinasi dahulu dengan pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) sebagai induk organisasi masyarakat pencak silat,” ujar pria yang juga menjabat sebagi Wakil Ketua DPRD Bandung ini.

Sebagaimana diberitakan, dalam sebuah Webinar yang digelar pada Kamis (12/8/2021) Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia membeberkan bahwa pihaknya telah meluncurkan sistem perizinan online terpadu atau Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko pada Senin (9/8/2021). Salah satu tujuannya adalah meningkatkan transparansi perizinan. Dengan adanya OSS ini, maka para pengusaha nakal, yang diistilahkan Bahlil tukang ‘pencak silat’ atau ‘kungfu’ tidak bisa lagi bermain-main.

“Jadi (OSS) ini memudahkan betul, tidak perlu lagi ketemu-ketemu pejabat terlalu banyak selama dia benar, jangan pengusaha pencak silat. Kalau pengusaha pencak silat, kungfunya banyak pasti harus ketemu karena harus luruskan kungfu-kungfunya itu,” kata Bahlil dalam webinar, Kamis (12/8/2021).

OSS, lanjut dia ada untuk membantu pengusaha-pengusaha dalam mengurus izin berusaha secara baik dengan memangkas birokrasi, biaya, waktu, dan menciptakan transparansi.

“Kalau pengusaha tukang kungfu nggak bisa barang ini. Nah kita kan tukang kungfu juga dulu, jadi kita tahu. Nah yang baik-baik aja ini barang,” sebutnya.

“Pengusaha yang pencak silatnya banyak wajib kita tahan supaya jangan membuat masalah di negara ini,” lanjut Bahlil.

Dia menerangkan bahwa tidak semua pengusaha itu baik. Pengalamannya memimpin di Kementerian Investasi, para pengusaha ini memiliki kreativitas yang tinggi dalam menghadapi regulasi atau aturan yang ada.

Atas Kejadian ini para pecinta penca silat berharap pemerintah kedepannya harus berhati-hati dalam bertutur kata di depan publik agar tidak menimbulkan kegaduhan.

(Asep Dedi)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed