Atasi Kekeringan Tani, Presiden Jokowi Tambah 70 Ribu Pompa Air Pertanian

Nasional140 Dilihat

Jakarta, intelmedia.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kementerian Pertanian untuk meningkatkan bantuan pompa air menjadi 70 ribu unit guna mengairi lahan sawah dan pertanian. Penambahan ini dilakukan sebagai upaya mitigasi bencana kekeringan yang diprediksi melanda pada Juli hingga Oktober 2024.

“Banyak negara yang sebelumnya mengekspor beras kini harus memenuhi kebutuhan dalam negerinya sendiri. Negara kita juga serupa. Prakiraan dari BMKG menunjukkan bahwa pada Juli, Agustus, September, dan Oktober akan ada gelombang panas dan kekeringan. Ini harus diantisipasi,” ujar Presiden Jokowi usai meninjau langsung program pompanisasi di Desa Bapeang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Rabu (26/6/2024).

Presiden Jokowi menekankan pentingnya pompanisasi untuk mengantisipasi penurunan produksi beras nasional, terutama saat semua negara terdampak gelombang panas dan kekeringan panjang.

Presiden juga mengumumkan penambahan bantuan pompa dari 20 ribu unit menjadi 70 ribu unit melalui Kementerian Pertanian, yang akan didistribusikan ke berbagai daerah penghasil beras di Indonesia yang berpotensi terdampak gelombang panas.

“Untuk apa? Ya seperti ini, air yang berada di bawah sawah perlu dipompa ke atas. Tanpa pompa, air tidak bisa naik, dan ini menjadi sangat krusial,” ungkap Presiden Jokowi.

Di wilayah Kotawaringin Timur, pemerintah telah mendistribusikan 31 unit pompa yang saat ini baru bisa mengairi 435 hektare dari total 7.600 hektare potensi sawah tadah hujan di wilayah tersebut.

Kementerian Pertanian, kata Presiden Jokowi, akan berupaya memenuhi kebutuhan pompa secara keseluruhan untuk memastikan seluruh area dapat tercukupi.

(Mar)