by

Orangtua Kesulitan Dana, Bayi Hidrosefalus Asal Desa Kaliwedi Kidul Ini Butuh Uluran Tangan Pemerintah Dan Dermawan

Cirebon, Intelmedia.co.id

Pasangan Esti Komariyah dan Agung Bakti pastinya tak pernah menyangka bahwa penyakit kelainan pada otak diderita oleh Anak ke-2 nya Muhamad Bakti Alfattah umur 5 Bulan Warga asal Dusun I RT 02 Rw 01 Desa Kaliwedi Kidul Kecamatan Kaliwedi Kabupaten Cirebon mengatakan bahwa putranya yang baru berusia lima bulan menderita hidrosefalus.

Ibu berusia 30 tahun itu mengatakan kepada awak media, pada saat kehamilan putranya itu, dirinya tidak merasakan keanehan sama sekali dan dinilai normal. Bahkan, saat proses hari kelahiran pun, bayi tersebut terlahir dalam keadaan normal dan tidak ada kendala apapun, Rabu (02/12/2020).

Muhamad Bakti Alfattah yang merupakan anak kandung dari pasangan Esti Komariyah dan Agung Bakti (30) ini, telah lahir pada 26 Juni 2020 sekira pukul 14.00 WIB, dengan berat badan 3,5 kilogram dan tinggi badan 0,50 meter.

“Alhamdulilah normal, tapi setelah beberapa Bulan berjalan ada keanehan di bagian kepala Muhamad Bakti Alfattah, tepatnya di bagian belakang ada benjolan lembek,” ujarnya.

Orangtua Kesulitan Dana, Bayi Hidrosefalus Asal Desa Kaliwedi Kidul Ini Butuh Uluran Tangan Pemerintah Dan Dermawan

Setelah itu, ia langsung membawa bayi mungil itu ke Puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan. Saat itu, bidan memberikan penjelasan kepada mereka bahwa benjolan yang berada pada kepala Muhamad Bakti Alfattah bisa hilang harus dilakukan tindakan disedot.

“Muhamad Bakti Alfattah juga ternyata ada kendala dalam minum ASI, Anak saya tidak mau nyedot ASI, Setiap minum susu yang masuk pasti dimuntahkan lagi,” jelas Esti.

Lantas, kata Esti lagi, bidan pun menyarankan untuk segera membawa buah hatinya ke dokter spesialis anak dan membuat BPJS Kesehatan.

Saat ini, Muhamad Bakti Alfattah belum mendapatkan penanganan medis yang intensif, karena terkendala biaya.

Untuk itu, Esti berharap ada bantuan dari Pemerintah dan para dermawan untuk biaya pengobatan anak kesayangannya itu.

“Selama ini saya tidak dapat bantuan dari pemerintah, kami cuman sebagai pedagang keliling cukup buat makan sehari-hari saja,” pungkas Esti.

(Agus)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed