by

Panen Kopi Di Lampung Barat

Sekincau, Intelmedia.co.id

Lampung barat selain terkenal akan agro wisatanya yang memukau terkenal pula dari agro pertanian nya, Ini terbukti dari mayoritas penduduk nya yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian terutama tanaman kopi dan sayuran.

Untuk tanaman kopi sendiri di lampung barat saat ini sedang memasuki masa panen atau istilah lokal nya “musim” dan untuk panen tahun ini tidak seperti tahun yang lalu dimana pada tahun ini ada beberapa daerah atau desa yang mengalami kemerosotan hasil secara signifikan dari kwartal hasil tahun lalu, Seperti yang terjadi di pemangku Sunur, Pekon giham sukamaju, Kecamatan sekincau ini contohnya dimana tahun lalu di daerah ini kwartal yang dihasilkan perhektar kebun kopi mencapai 1-2 ton bahkan ada beberapa yg lebih, Namun pada tahun ini hanya 3-5 kwintal saja perhektar dan ini artinya mengalami kemerosotan yang sangat drastis dibanding tahun lalu.

Seperti yang di tuturkan oleh seorang warga sekaligus salah seorang sesepuh pemangku sunur bpk Nar(80)dari hasil wawancara yang dapat kami kutip, Beliau menyampaikan bahwa, “Buah kopi disunur tahun ini merosot jauh dibandingkan tahun lalu, Tapi tetap saya sukuri saja,” ungkapnya.

 

Seperti diketahui iklim di lampung barat terutama di kecamatan sekincau dimana suhunya di antara 20-24 derajat celcius dan untuk kelembapan mencapai 76%, Serta curah hujan diatas rata-rata pada umumnya.

Sedangkan untuk tanaman kopi sendiri sangat bergantung pada iklim dan cuaca, jika curah hujan yg begitu tinggi maka akan sangat berpengaruh besar pada kopi, Baik ketika pembungaan atau pun ketika sudah menjadi buah.

Jika curah hujan yang terlalu tinggi maka buah kopi akan banyak yg rontok terutama pada bulan jannuari-april dimana pada saat itu curah hujan akan mengalami peningkatan yang signifikan, disamping itu pula disebabkan karena minim nya pemupukan kimiawi.

Liputan Intelmedia.(_sul_)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed