by

Sekda Sumedang Di Anugerahi Piala Adhigana, Berkat SAKIP Desa

Sumedang, Intelmedia.co.id

Sekretaris Daerah (Sekda) Sumedang Herman Suryatman masuk tiga besar Pimpinan Tinggi Pratama Teladan (PPT) dalam ajang Anugerah Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahun 2020. Herman pun menyabet penghargaan Piala Adhigana dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) RI.

Tercatat 945 orang diusulkan untuk tiga kategori dalam ajang tersebut yakni kategori PNS Inspiratif sebanyak 732 usulan, kategori The Future Leader sebanyak 142 usulan, dan 91 usulan pada kategori Pimpinan Pejabat Tinggi (PPT). Kemudian disaring menjadi 100 besar dan dipilih TOP 10 atau sepuluh kandidat terbaik. Jumlah itu mengerucut menjadi tiga orang terbaik di masing-masing kategori.

“ASN (aparatur sipil negara) di Sumedang sudah punya role modelnya yakni sekda (Herman Suryatman). Mudah-mudahan ini menjadi inspirasi dan motivasi khususnya bagi saya pribadi. Kalau ASN-nya bagus, tentunya bisa mengakselerasi pencapaian Sumedang Simpati karena ASN men-delivery pelayanan dan pembangunan untuk kesejahteraan rakyatnya,” tutur Bupati Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Kamis (17/12/2020).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung MenPAN RB Tjahjo Kumolo kepada Herman di Hotel Sultan Senayan Jakarta, Jumat (11/12). Herman menegaskan prestasi yang diraihnya ini tak hanya menjadi kebanggaan pribadi.

“Dari awal pendaftaran sampai masuk ke tahap tiga besar di ajang tersebut, niat utamanya adalah untuk memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Sumedang,” ucap Herman.

Keberhasilan Herman meraih penghargaan tersebut berkat dua inovasi yang dijalankan di lingkungan Pemkab Sumedang. Yaitu e-Office dan SAKIP Desa.

Saat ini, kata Herman, Sumedang dihadapkan pada tantangan yang sangat kompleks karena disrupsi pandemi, digital dan milenial. Ia menuturkan semua itu tidak sekadar dijawab melalui cara-cara inovasi biasa saja, tetapi harus dijawab dengan disrupsi inovasi.

“Karena itu, saya bersama segenap ASN Sumedang mencoba menjabarkan big dream pimpinan kami dengan mendesain satu disrupsi inovasi melalui disruptive bureaucratic reform dan disruptive village reform,” tutur Herman.

Herman mengungkapkan jika kebijakan SAKIP Desa ini direplikasi di Jawa Barat dan di Indonesia, anggaran untuk dana desa se-Indonesia yang menembus Rp 72 triliun dapat dihemat sekitar 15 persen atau potensi efisiensi uang negaranya sampai Rp 10 triliun. “Saya kira itu sumbangsing sederhana kami untuk Sumedang. Mudah-mudahan menginspirasi Jawa Barat dan Indonesia,” katanya.

“Saat ini SAKIP Desa sudah digitalisasi menjadi e-SAKIP Desa. Elektronik SAKIP Desa dan Super Aplikasi e-Office bisa direplikasi dengan mudah karena pak bupati Sumedang siap menghibahkannya kepada seluruh kabupaten dan kota di Indonesia,” ucap Herman.

(Kang Ade)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed