Rokan Hulu,intelmedia.co.id – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos, MM, didampingi Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara Kemenko Polkam Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono, dan Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan, meninjau langsung lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Cipogas, Desa Sialang Jaya, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu.
Kedatangan Kepala BNPB dengan helikopter disambut oleh Bupati Rokan Hulu Anton, ST, MM, bersama Kapolres AKBP Emil Eka Putra, Dandim 0313/KPR Letkol Inf Setiawan Hadi Nugroho, Sekretaris Daerah Muhammad Zaki, Kalaksa BPBD Rohul, Kadis Perhubungan Minarli, dan Kepala Satpol PP dan Damkar Gorneng di halaman Kantor Bupati Rokan Hulu.
Setibanya di lokasi Karhutla Cipogas, Kepala BNPB Suharyanto menyatakan bahwa ia telah melakukan rapat koordinasi kecil dengan Pemerintah Daerah dan Forkopimda. Ia menyoroti kesulitan pemadaman api menggunakan Satgas darat karena akses dan medan yang sulit dijangkau, serta ketiadaan sumber air di dekat titik api.
“Bisa kita lihat di belakang sana terlihat api yang menjadi sumber asap, ini bukan akibat manusia karena letaknya susah dijangkau, kalau dipadamkan pakai satgas darat sulit karena tidak ada sumber air dan sulit membawa peralatan pemadam ke atas,” ujarnya.
Suharyanto menekankan bahwa dalam kondisi seperti ini, metode paling efektif adalah pemadaman dari udara. Ia menyebut bahwa BNPB memiliki teknologi modifikasi cuaca untuk mendatangkan hujan. “Beberapa hari terakhir di Riau sudah turun hujan namun mungkin belum terpusat di Rokan Hulu, dan saya sudah memerintahkan posko kita untuk menurunkan hujan di Rokan Hulu melalui teknologi terbaru modifikasi cuaca, karena berdasarkan informasi dari Bupati dan masyarakat lebih kurang selama 2 bulan terakhir hujan belum turun,” ungkapnya.
Selain modifikasi cuaca, Suharyanto juga menyebutkan metode water bombing menggunakan helikopter sebagai cara efektif kedua. Saat ini baru satu helikopter yang beroperasi, namun BNPB telah mendatangkan 5 hingga 6 helikopter water bombing di Riau yang diharapkan dapat segera beroperasi penuh di Rokan Hulu dalam 1-2 hari ke depan.
Kepala BNPB juga menginformasikan bahwa kondisi kabut asap di Riau sudah lebih baik dan tidak sepekat beberapa hari yang lalu. Hal ini menunjukkan hasil positif dari upaya gabungan seluruh kementerian, lembaga pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, mulai dari pencegahan, pemadaman, hingga penegakan hukum. Meskipun demikian, upaya ini masih harus terus dipelihara dan ditingkatkan.
(Drjt)











