Tradisi Mandailing “Mandai Ulu Taon” Kembali Digelar, Bupati Ajak Warga Jangan Lupakan Sejarah

Kabar Daerah1210 Dilihat

Rokan Hulu, intelmedia.co.id – Tradisi budaya masyarakat Mandailing di Kecamatan Rambah, “Mandai Ulu Taon”, kembali diselenggarakan dengan penuh khidmat dan kebersamaan pada Rabu (18/06/2024). Bertempat di Balai Adat Bagas Rarangan Huta Haiti, Desa Rambah Tengah Barat, kegiatan ini menjadi momen sakral bagi warga untuk berkumpul, makan bersama, serta mengenang sejarah leluhur.

Acara yang sarat nilai historis ini turut dihadiri oleh Bupati Rokan Hulu Anton, ST., MM, Wakil Bupati H. Syafaruddin Poti, SH., MM, Ketua DPRD, unsur Forkopimda, Camat Rambah, Kepala Desa Rambah Tengah Barat, serta tokoh adat seperti Raja Rambah, Sutan Na Opat, Marngaraja Na Tolu, Sutan Marbaris, dan Mangaraja Baratur. Kehadiran mereka, bersama ratusan masyarakat, menambah kekhidmatan acara budaya tersebut.

Salah satu bagian penting dari rangkaian acara adalah pembacaan sejarah Boru Namora Suri Andung Jati, sosok legendaris yang dipercaya sebagai leluhur dan pembawa suku Mandailing ke wilayah Rambah. Dalam cerita turun-temurun, Boru Namora Suri Andung Jati dikenal sebagai bidadari yang hilang secara gaib, dan lokasi terakhir pijakannya kini dijadikan sebagai tempat ziarah sakral.

Dalam sambutannya, Bupati Anton menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut. Ia menegaskan bahwa tradisi seperti “Mandai Ulu Taon” adalah aset budaya yang harus dijaga oleh generasi muda.

“Acara seperti ini jangan hanya jadi rutinitas seremonial, tapi harus menjadi sarana memperkuat silaturahmi dan identitas budaya kita. Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu tentu akan terus mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Anton juga mengingatkan pentingnya menghargai sejarah dalam membentuk jati diri masyarakat. Ia mengajak warga, khususnya generasi muda Mandailing, untuk tidak melupakan sejarah dan terus melestarikan budaya warisan leluhur.

Kepala Desa Rambah Tengah Barat, Sopian Daulay, mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah berkontribusi. Menurutnya, kegiatan ini adalah cermin kekompakan dan semangat gotong royong warga Mandailing.

“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh undangan, panitia, dan semua pihak yang telah berkontribusi. Ini adalah bentuk kebersamaan kita dalam menjaga budaya warisan leluhur,” kata Sopian.

Acara dilanjutkan dengan doa bersama, ziarah ke lokasi pijakan terakhir Boru Namora Suri Andung Jati, prosesi upah-upah kepada Bupati dan Wakil Bupati, serta jamuan makan adat. Suasana penuh kekeluargaan dan kekhusyukan menjadikan kegiatan ini bukan hanya pelestarian tradisi, tetapi juga penegasan identitas masyarakat Mandailing di bumi Rokan Hulu.

(Drjt)