by

Terowongan Kembar Tol Pertama di Indonesia Siap Beroperasi

Sumedang, Intelmedia.co.id– Jika tidak ada halangan berarti, jalan tol yang membelah gunung dan memiliki terowongan kembar pertama di Indonesia bakal beroperasi mulai Desemer ini. Ya, jalan tol Cisumdawu alias tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan yang menghubungkan  akses ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majelengka dengan Bandung ini bisa segera dilalui kendaraan khususnya ruas Cileunyi di Kabupaten Bandung hingga Cimalaka di Kabupaten Sumedang.

Kesiapan pengoperasian Tol Cisumdawu ruas Cileunyi-Cimalaka itu diungkapkan Direktur Utama PT Jasa Sarana, Hanif Mantiq. Jasa Sarana merupakan BUMD milik Pemprov Jawa Barat, yang ikut dalam konsorsium Tol Cisumdawu.

“Dan kami berharap akhir Desember ini sudah full beroperasi ya, itu harapannya mudah-mudahan,” katanya.

Jika ruas Cileunyi-Cimalaka pada Tol Cisumdawu sudah dioperasikan, maka perjalanan dari Bandung ke Sumedang dan sebaliknya, tak perlu lagi melintasi kawasan Cadas Pangeran yang jalannya meliuk-liuk.

Ruas Cileunyi-Cimalaka pada Tol Cisumdawu yang siap dioperasikan, terbagi atas tiga seksi. Yakni seksi I Cileunyi-Rancakalong (11,45 km), seksi II Rancakalong-Sumedang (17,05 km), dan seksi III Sumedang, Cimalaka (4,05 km). Selain itu, seksi VI Ujungjaya-Dawuan (6,06 km) juga siap dioperasikan, plus akses tol ke Bandara Kertajati.

“Sudah siap dibuka, termasuk akses jalan tol Kertajati yang ditopang oleh seksi enam sudah selesai,” ujar Hanif Mantiq.

Sebagaimana diketahui Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menhub Budi Karya Sumadi pada 30 September 2021 meninjau progres pembangunan Tol Cisumdawu.

Dalam kesempatan itu, Luhut meminta Tol Cisumdawu rampung dan dioperasikan akhir 2021 ini.

“Harapan kita, proyek ini akan segera selesai dan tersambung dari Cileunyi sampai Dawuan di akhir tahun 2021,” kata Luhut.

Tapi pada realisasinya, PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) yang menggarap pengerjaan seksi III hingga VI Tol Cisumdawu, masih harus menuntaskan pembebasan lahan di seksi IV Cimalaka-Legok (8,2 km) dan seksi V Legok-Ujungjaya (14,9 km). Menurut Hanif Mantiq, lahan yang sudah dibebaskan sejauh ini baru separuh dari yang dibutuhkan.

“Porsi lahan di dua seksi ini sudah di atas 50 persen, mudah-mudahan bisa dikebut. Target kami April 2022 ini bisa dibuka,” imbuhnya.

(Fjr/rls)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed