Rokan Hulu, intelmedia.co.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan berpartisipasi dalam program skrining Tuberkulosis (TBC) dengan rontgen dada secara virtual pada Senin (25/8/2025). Program ini diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) untuk merespons tingginya kasus TBC di kalangan warga binaan.
Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi Ditjenpas, Adhayani Lubis. Turut hadir dari Lapas Pasir Pangarayan adalah Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, Sunu Istiqomah Danu, serta staf Klinik Pratama.
Program skrining TBC masif ini akan menargetkan 273.085 orang di 531 Rutan, Lapas, dan LPKA di seluruh Indonesia, yang akan dilaksanakan mulai 27 Agustus hingga 27 November 2025. Tujuannya adalah menemukan kasus TBC sedini mungkin dan mencegah penularan lebih luas.
Dalam sambutannya, Adhayani Lubis menekankan bahwa kesehatan adalah hak dasar setiap orang, termasuk warga binaan. “Melalui skrining TBC secara masif ini, kita berharap dapat menemukan kasus sedini mungkin, memberikan pengobatan yang tepat, dan mencegah penyebaran lebih luas di lingkungan lapas dan rutan,” ujarnya.
Sunu Istiqomah Danu menyatakan dukungan penuh Lapas Pasir Pangarayan terhadap program ini. “Dengan deteksi dini, kami berharap kesehatan warga binaan dapat terjaga dengan baik dan lingkungan Lapas tetap sehat serta bebas dari penyebaran penyakit menular,” ungkapnya.
Dengan mengikuti program ini, Lapas Pasir Pangarayan berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan memastikan setiap warga binaan mendapatkan haknya atas perawatan dan lingkungan yang sehat.
(Drjt)











