APK Laporkan TAP dan KKN Masjid Al-Jabbar ke KPK

Berita KPK142 Dilihat

 

BANDUNG,Intelmedia.Co.Id – Sejumlah aktivis penggiat anti korupsi yang tergabung dalam Aktivis Pergerakan Nusantara (APN) mengajak masyarakat Jawa Barat untuk turun ke jalan mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar dugaan korupsi proyek pembangunan Masjid Al-Jabbar Jawa Barat yang menghabiskan anggaran Rp 1,2 triliun.

Koordinator APN, Agus Satria mengaku sudah membuat laporan pengaduan ke KPK terkait pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar di Gedebage, Kota Bandung tersebut yang diduga telah merugikan keuangan negara.

“Kami Aktivis Pergerakan Nusantara sudah melaporkan hal itu ke KPK,” ungkap Agus Satria, kepada wartawan di Bandung, Selasa (7/2/2023).

APN juga lanjut Agus, mendesak KPK untuk mengungkap dugaan keterlibatan Tim Akselerasi Pembangunan (TAP) Jawa Barat bentukan Ridwan Kamil dalam pengaturan proyek pembagunan Masjid Raya Al-Jabbar, termasuk pengaturan proyek di sejumlah BUMD milik Pemprov Jabar seperti PT Jaswita, Jasa Sarana, Agro Jabar, hingga pengaturan anggaran dan kredit di Bank Jabar Banten (BJB).

“Sedikitnya 1000 orang bakal melakukan aksi turun ke jalan di halaman Gedung Merah Putih KPK dan depan Gedung DPR RI pada 15 Februari 2023 mendatang, mendesak KPK membongkar KKN dalam pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar termasuk keterlibatan TAP dalam pengaturan proyek di sejumlah BUMD milik Pemprov Jabar seperti PT Jaswita, Jasa Sarana, Agro Jabar, hingga pengaturan anggaran dan kredit di Bank Jabar Banten (BJB),” tegas Agus Satria.

Berdasarkan hasil penulusurannya, Agus menduga pelaksanaan proyek masjid yang dirancang Ridwan Kamil tersebut sarat dengan KKN. Bahkan proyek Masjid Al-Jabbar tersebut diduga kuat telah merugikan negara sebesar Rp 300 miliar akibat kelebihan bayar kepada salah satu kontraktor.

Dugaan kerugian negara ini bukan tanpa dasar, karena kerugian negara itu juga diperkuat oleh laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK RI.

Lebih jauh lagi, Agus mengungkap adanya dugaan penyalahgunaan Operational Expense (Opex) di Bank Jabar Banten (BJB) sebesar lebih dari Rp.300 M, yang dihamburkan untuk belanja/operasional/pengadaan kegiatan RK dan timnya.

Terpisah, Gubernur Jabar Ridwan Kamil melalui akun media sosial instagramnya membantah tudingan soal dugaan korupsi proyek pembangunan Masjid Al-Jabbar tersebut. Ia membantah adanya potensi kelebihan bayar sebesar Rp 300 miliar kepada salah satu kontraktor.

“Tidak benar informasi ini. Apalagi disebutkan kelebihan bayar sebesar Rp 300 miliar,” bantah Ridwan Kamil.

Menurutnya, semua proyek di Jawa Barat termasuk proyek pembangunan Masjid Al-Jabbar sudah diperiksa dengan prudent oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. (Red)