Kapolri Kunjungi Buntet Pesantren, Minta Doa Kiai untuk Keutuhan NKRI

Berita Polisi311 Dilihat

Cirebon, intelmedia.co.id – Dalam rangka mempererat sinergi antara aparat negara dan kalangan pesantren, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Al Inaaroh Al Hikam, yang berada di lingkungan Buntet Pesantren, Kabupaten Cirebon, Selasa (22/4/2025).

Kunjungan ini menjadi momen penting karena sekaligus menandai peresmian resmi berdirinya pondok pesantren baru tersebut. Peresmian dilakukan secara simbolis oleh Kapolri melalui penandatanganan prasasti dan pemotongan pita, didampingi oleh KH Adib Rofi`Uddin Izza, salah satu sesepuh karismatik Buntet Pesantren.

Bangunan pondok yang diresmikan terdiri dari tiga lantai dengan total 30 kamar untuk santri putra, 18 kamar mandi, dua ruang belajar, serta sebuah aula terbuka.

“Beliau datang tidak hanya untuk meresmikan pondok, tetapi juga untuk bersilaturahmi dan berdiskusi dengan para ulama tentang masa depan bangsa,” ujar KH Adib Rofi`Uddin.

Dalam pertemuan hangat tersebut, Kapolri memohon doa dari para kiai dan ulama untuk keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

“Kapolri menyampaikan harapan agar para ulama selalu mendoakan bangsa, karena kekuatan moral dan spiritual sangat penting dalam menjaga keutuhan Indonesia,” lanjut KH Adib.

Pondok Pesantren Al Inaaroh Al Hikam merupakan hasil kolaborasi antara Polri dan sektor perbankan, yang menunjukkan komitmen dalam mendukung pengembangan pendidikan agama berbasis kebangsaan.

Kapolri juga menyempatkan diri meninjau langsung seluruh fasilitas pesantren dan berdialog dengan para santri yang menyambut dengan penuh antusias. Kunjungan ini, menurut KH Adib, mencerminkan sinergi antara kekuatan negara dan kekuatan moral bangsa.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol. Sumarni, S.I.K., S.H., M.H., menambahkan bahwa Kapolri menekankan pentingnya peran pesantren dalam menjaga nilai-nilai keislaman, persatuan, dan stabilitas sosial.

“Pesantren adalah benteng moral bangsa. Oleh karena itu, kolaborasi Polri dengan pesantren dan ulama sangat strategis untuk menjaga kebhinekaan dan keharmonisan bangsa,” tegas Kapolresta.

Ia juga berharap pondok yang baru diresmikan ini menjadi pusat pendidikan Islam yang terbuka, inklusif, dan melahirkan generasi muda yang berakhlak mulia serta cinta tanah air.

“Semoga dari pesantren ini lahir pemimpin masa depan yang membawa kedamaian dan kemajuan,” harapnya.

Ribuan santri dan masyarakat sekitar turut memadati area pesantren untuk menyambut kedatangan Kapolri, yang dinilai sebagai pemimpin nasional yang religius dan dekat dengan rakyat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Dirut Bank Mandiri Darmawan Junaidi, Bupati Cirebon Imron Rosyadi, Kapolda Jabar, Danrem 063/SGJ, Kapolresta dan Kapolres Cirebon Kota, serta pejabat TNI-Polri lainnya. Dari kalangan pesantren hadir pula para kiai sepuh, pengurus Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Buntet, serta tokoh masyarakat Cirebon.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi agenda silaturahmi, namun juga momentum strategis mempererat jalinan kebangsaan berbasis spiritualitas, sebagai pondasi Indonesia yang damai, sejahtera, dan utuh dalam keberagaman.

(Fjr)