by

Pulau Jawa Terbelah, Ramalan Jayabaya Soal Letusan Gunung Semeru

Lumajang, Intelmedia.co.id – Perbincangan terkait meletusnya Gunung Semeru belakangan ini seakan tidak ada habisnya. Dari mulai warung kopi di pinggir jalan hingga cafe di pusat perbelanjaan tak bosan membahas letusan gunung tertinggi di Pulau Jawa ini. Apalagi, jika obrolan letusan Semeru dikaitkan dengan ramalan Raja Kediri abad ke-12, Jayabaya. Raja Jawa ini meramalkan bahwa wilayah Pulau Jawa suatu saat akan terbelah. Jadi, bila melihat dahsyatnya letusan dianggap dapat membelah Jawa.

Ramalan Jayabaya mengenai Pulau Jawa tersebut juga dikaitkan dengan aktivitas vulkanik di Gunung Slamet. Lokasi Gunung Semeru dan Gunung Slamat berada di tengah-tengah Pulau Jawa. Apalagi, gunung dengan ketinggian 3.428 diatas permukaan laut itu berada di lima kabupaten di Jawa Tengah, yakni Brebes, Banyumas, Purbalingga, Pemalang dan Tegal. Kendati demikian, hingga saat ini mitos Ramalan Jayabaya tersebut belum dapat dibuktikan secara nyata dan ilmiah.

Sementara Pelaksana (Plt) Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menjelaskan, Semeru telah meletus sejak tahun 1818 hingga 1913. Namun, tidak banyak informasi yang dapat terdokumentasi.

Kemudian, sejumlah aktivitas vulkanik tercatat beruntun terjadi pada tahun 1945 hingga 1960. Gunung Semeru juga tercatat meletus beberapa kali pada bulan Mei tahun 2008.

Soal erupsi sendiri, Gunung Semeru memiliki sejarah letusan yang panjang. Berikut adalah sejarah letusan Gunung Semeru dari tahun ke tahun yang dikutip dari laman Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG);

Letusan Pertama

Gunung Semeru merupakan gunung berjenis strato dan pertama kali meletus pada November 1818. Pada tahun 1800an, letusan berikutnya terjadi pada tahun 1829, 1830, 1832, 1836, 1838, 1842, 1844, 1845, 1848, 1851, 1856, 1857, 1860, 1864, 1867, 1872, 1877, dan 1878.

Selanjutnya gunung Semeru kembali meletus pada tahun 1884 dan terus mengalami letusan dari tahun ke tahun hingga tahun 1899.

Letusan Tahun 1900-an

Gunung Semeru kembali meletus pada tahun 1900an hingga tahun 1913. Gunung tersebut kembali meletus pada tahun 1941-1942, 1945, 1946, 1947, dan 1950. Gunung Semeru juga meletus secara berurutan dari tahun 1951 hingga 1961-1963. Letusan beruntun terjadi dari tahun 1967-1969 dan tahun 1972 hingga 1990. Lalu disusul letusan pada tahun 1992 dan 1994. Letusan pada 1994 sendiri merupakan letusan yang cukup besar.

Letusan Tahun 2000-an

Pada tahun 2020, gunung Semeru mengeluarkan awan panas dan guguran lava. Tahun-tahun sebelumnya gunung ini meletus pada tahun 2004, 2005, 2007, 2011, 2016, 2018, dan 2019.

(Tim/berbagai sumber)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed