by

Bali United, Juara Bertahan yang Terus Diperhitungkan

-Olahraga-17 views

Jakarta, Intelmedia.co.id

Persaingan klub-klub di Liga Indonesia memang sangat sengit. Setiap tahun, juara kompetisi selalu berganti. Hingga kompetisi dihentikan akibat pandemi pada Maret 2020 lalu, klub asal Pulau Dewata, Bali United masuk posisi runner up alias peringkat kedua klasemen sementara dibawah Persib Bandung. Dengan titel juara bertahan tersebut menjadikan Bali United bakal terus diperhitungkan para peserta liga 1. Terlebih lagi, dengan predikat sebagai juara bertahan membuat tim berjuluk Serdadu Tridatu itu jadi target untuk dikalahkan tim lawan.

Dibawah asuhan pelatih Stefano Cugurra Teco, Bali United diperkuat sejumlah pemain yang menjadi langganan tim nasional di berbagai level usia. Terbaru, Serdadu Tri Datu mendatangkan Nadeo Argawinata di posisi kiper dan Gavin Kwan Adsit untuk pos bek sayap kanan. Namun begitu, Keduanya juga belum tentu mendapatkan garansi starter mengingat masih ada dua pemain hebat di sana, Wawan Hendrawan dan I Made Andhika Wijaya.

Kehadiran Hariono dan Sidik Saimima juga hanya untuk melapisi duet Brwa Nouri dan Fadil Sausu di lini tengah. Begitu juga bagi Lerby Eliandry dan Rahmat yang diprediksi menjadi deputi Ilija Spasojevic serta Melvin Platje di barisan depan.

Untungnya, banyak pilar Bali United pada musim lalu yang masih setia. Kuartet pemain asing yang terdiri dari Willian Pacheco, Nouri, Paulo Sergio, dan Platje tetap dipertahankan.

Begitu pula duo pemain naturalisasi, Stefano Lilipaly dan Spasojevic. Sementara, satu pemain naturalisasi yakni Irfan Bachdim harus terbuang ke PSS Sleman imbas pemain anyar asal PSM Makassar, Rahmat.

Lantaran hal itu, misi Bali United untuk mempertahankan trofi juara Liga 1 akan terasa lebih berat. Pasalnya, Serdadu Tridatu juga bakal tampil di Piala AFC, yang penyelenggaraanya beriringan dengan kompetisi domestik.

Pengalaman sang juru taktik meracik tim untuk banyak turnamen bakal bermanfaat begitu besar bagi tim ini. Pelatih berdarah Brasil itu pernah menangani Persija Jakarta pada empat kejuaraan sekaligus pada 2018, Liga 1, Piala Presiden, Piala AFC, dan Piala Indonesia.

Superioritas mengerikan Bali United pada musim lalu diperkirakan tak akan terulang pada musim ini. Di Liga 1 2019, Gunawan Dwi Cahyo dan kawan-kawan telah mengunci titel gelar pada pekan ke-30.

Ketika didapuk sebagai pelatih Bali United pada 2019, Teco diibaratkan tak banyak mengeluarkan keringat untuk meracik skuat yang ada. Begitu dia datang, para pemain kelas kakap telah menunggunya. Hasilnya? Serdadu Tridatu mengunci gelar Liga 1 musim lalu saat kompetisi masih menyisakan empat pekan lagi.

Sempat menjadi pelatih fisik Persebaya Surabaya pada 2004 dan 2006, karier kepelatihan Teco mulai menanjak tatkala bermukim di Thailand selama tujuh tahun. Tercatat, arsitek berusia 45 tahun ini pernah menangani Chiangrai United, Phuket, Osotspa Samut Prakan, dan Royal Thai Navy, sebelum bergabung bersama Persija pada 2017.

Karier Teco selama di Thailand cenderung biasa. Tak ada gelar yang mampu diraihnya. Keputusan untuk membuat curriculum vitae-nya (CV) berbalik 180 derajat. Sejak 2017, juru taktik kelahiran Rio de Janeiro ini telah mengoleksi tiga gelar bergengsi, termasuk dua trofi Liga 1.

Perlu diketahui, Bali United sebelumnya bernama Persisam Putra Samarinda. Klub ini dulunya bernama Persatuan Sepak Bola Indonesia Samarinda (Persisam) yang merupakan bekas tim Perserikatan dan Putra Samarinda dari klub Galatama. Pada 15 Februari 2015, Putra Samarinda diambil alih pengusaha Pieter Tanuri. Pengambilalihan ini setelah Putra Samarinda mengalami kesulitan keuangan hingga akhirnya berpindah kandang ke Bali dan mengubah namanya menjadi Bali United FC.

Pada 17 Juni 2019, Bali United menjadi klub pertama yang memiliki saham go public di Asia Tenggara dan kedua di Asia. Pada pembukaan perdagangan perdananya, harga saham perusahaan langsung melambung 69,14 persen ke level Rp.296 per saham dari nilai saham perdana Rp.175 per lembar. klub ini melepas 33,33 persen kepemilikannya dengan total 2 miliar unit saham. Dengan demikian, dana yang diraup oleh klub ini mencapai 350 miliar rupiah

Bali United bermarkas di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Stadion ini adalah stadion multifungsi, yang utamanya dipakai untuk pertandingan bola, terletak di Kabupaten Gianyar. Kapasitas stadion ini berjumlah 25.000 kursi. Dahulu Stadion ini merupakan markas kesebelasan asal Gianyar, yakni Persegi Gianyar, tetapi menyusul klub tersebut sudah tidak aktif atau sudah tidak ada, maka Stadion ini hampir tidak difungsikan lagi untuk waktu yang lama. Kemudian, sejak bergulirnya Liga Primer Indonesia, Stadion Dipta kembali difungsikan dan untuk sementara menjadi homebase satu-satunya kesebelasan asal Pulau Dewata yakni Bali United.

Pada tahun 2014 Stadion Dipta merupakan markas Bali United Pusam yg bermain di kompetisi Indonesia Super League yg sebelumnya tim ini bernama Persisam Putra Samarinda yg bermarkas di Stadion Segiri kota Samarinda Kalimantan timur

Stadion Kapten I Wayan Dipta pernah menjadi tuan rumah Piala Presiden 2015,2017,dan 2018 dan pernah menggelar turnamen pra-musim bernama Bali Island Cup 2015, 2016, dan 2017

Nama lengkap   : Stadion Kapten I Wayan Dipta

Pemilik               : Pemerintah Gianyar, Bali

Operator            : Bali United F.C.

Dibangun           : 1977

Dibuka               : 2003

Direnovasi         : 2015

Kapasitas           : 25.000

(Nuhman/bersambung)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed