Bain-Ham-RI Lampung Barat Kecam Aksi Penganiyayaan Anak Di Bawah Umur

Sekincau, Intelmedia.co.id

Aksi kekerasan terhadap anak dibawah umur kembali terjadi di lampung barat,kali ini menimpa anak berinisial S(13)warga pekon Sukajaya, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Lampung barat.

Aksi penganiayaan tersebut mendapat perhatian dari lembaga Badan Advokasi dan Investigasi Hak Azasi Manusia Republik Indonesia (Bain-Ham-RI) lampung barat dengan mendatangi keluarga korban.

Menurut keterangan salah seorang anggota bain ham RI Arif henderson bahwa, “pelaku penganiayaan tersebut berinisial YS(37),dengan cara melakukan kekerasan fisik hingga mengakibatkan korban S memar dan mengalami geger otak kecil,” ujar Arif.

Masih kata Arif, “kejadian itu bermula dari perkelahian antara korban dengan teman nya di sekolah, Hingga lawan korban mengalami luka dan berdarah bagian bibir,” ujarnya.

Karena tidak terima anak nya mengalami luka oleh teman sekolah nya maka pelaku YS melaporkan korban S ke polsek sumberjaya, Dan pihak polsek sumberjaya langsung merespon cepat laporan tersebut mengingat kejadian perkelahian tersebut dilakukan oleh anak di bawah umur, Serta mengarahkan kedua belah pihak untuk berdamai secara kekeluargaan dan jangan sampai menempuh jalur hukum.

Akan tetapi, selang dua hari hari setelah dilakukan nya perdamaian,pelaku YS masih belum bisa menerima dan meredam amarah nya lalu mendatangi rumah korban S yang kebetulan pada saat kejadian sedang berada dirumah seorang diri. Menurut dari pengakuan korban, Dia sempat diseret keluar rumah lalu dipukuli dan bagian kepala dan badan secara berulang kali.

Atas kejadian tersebut keluarga korban melaporkan balik pelaku YS ke polsek sumberjaya,atas tindakan penganiayaan yang telah dilakukan kepada korban S.
Namun tak berselang lama keluarga pelaku YS mendatangi keluarga korban S untuk melakukan mediasi atau perdamaian.

Pihak keluarga korban S pun menerima mediasi perdamaian tersebut dan akhirnya kedua belah pihak sepakat untuk berdamai. Sementara, Arif henderson anggota bainham RI sangat sangat menyesalkan kejadian tersebut mengingat pelaku YS sebagai orangtua.

Liputan Intelmedia (_sul_).