by

Diduga Akibat Banyak Pedagang Liar Dipinggir Bahu Jalan Pantura, Membuat Macet Jalan Pantura Sepanjang Puluhan Kilo Meter

Cirebon, Intelmedia.co.id

Terpantau oleh wartawan Intelmedia.co.id dilapangan banyak pengemudi memutar arah melalaui jalan Kalen Tanjung, Wankajir-Lempong, Kaliwedi-Prajawinangun Kulon dan Prajawinangun Wetan, yang menembus Desa Gegesik-Banyalangu ke arah Arjawinangun,
sehingga jalan desa dipenuhi pengendara mobil ber plat diluar kabupaten Cirebon,
arus  yang melintasi dan jalan arternatif diprediksi bakal terjadi sepanjang hari ini sampai larut malam masih ramai jalan desa dilalui pengendara ber plat nomor kendaraan dari luar kota.

Khusus hari Jum’at dan hari Sabtu menjadi sumber kemacetan akan terjadi dikawasan Tegal Gubug-Arjawinangun Cirebon, penyebab utama kepastian kondisi padat merayap tersebut adalah keberadaan “Hari Pasaran” di Pasar Induk Sandang Tegal Gubug Arjawinangun Kabupaten Cirebon.

Pasar Induk Sandang di Jawa Barat ini terbesar di Asia Tenggara dengan luas sekitar 12 hektar memiliki jadwal 3 kali pasaran dalam seminggu, yakni setiap Selasa dan Jumat-Sabtu. Parahnya lagi, kondisi satu arah dua lajur kendaraan yang tersedia semakin menyempit dengan adanya pasar tumpah tersebut karena sudah menjadi kebiasaan, para pedagang mobilan pagi-siang, menjajakan produk mereka di pinggir jalan, dengan rentang sekitar 700 meter.

Alhasil, kendaraan arus ke arah Cirebon harus mengantri, dari lajur kiri ke lajur paling kanan, ditambah lagi mobil yang memutar itu menjadi biang kemacetan yang terjadi di pantura depan pasar induk sandang Tegal Gubug.

Namun Nampak dari pihak kepolisian sendiri dan pihak satuan polisi pamong praja tidak kelihatan untuk mengatur jalan baik pedagang mobilan dan pedagang bukan orang Tegal Gubugnya, dengan melawan arus  sehingga menjadi  berlawanan arus sehigga mereka yang membuat  kemacetan parah tidak terhindari.

Pada hari Jum’at 02 Maret 2021 ketika dikonfirmasi Kepala pengelola pasar induk sandang Tegal Gubug, H Ismail Fahmi mengatakan, Saya selaku kepala pasar sandang Tegal Gubug sudah berupaya memberikan surat teguran tentang keberatan adanya pedagang seperti itu ke dinas yang terkait, namun belum ada tanggapan sama sekali sehingga timbulah jalan menjadi macet total hingga melewati jalan pedesan ini, karena kurang tanggapnya para pihak yang membidangi masalah ini,” ucapnya.

Diduga Akibat Banyak Pedagang Liar Dipinggir Bahu Jalan Pantura, Membuat Macet Jalan Pantura Sepanjang Puluhan Kilo Meter

Hal serupa juga diamini oleh wakil kepala pengelola pasar induk sandang Tegal Gubug Hasyim. S, saya juga merasa keberatan atas para pedagang yang di bahu jalan raya pantura ini, karena sudah jelas meresahkan para pedagang yang resmi dari Desa Tegal Gubug sendiri dan melalui pimpinan kami sudah berkirim surat ke Kecamatan Arjawinangun untuk Satpol PP Arjawinangun untuk menertibkan namun belum ada tindak lanjut dari petugas Dinas terkait,” jelasnya.

Tambahnya lagi wakil kepala pasar menegaskan, saya minta kepada jajaran Dinas Perhubungan kabupaten Cirebon agar segera turun tangan tentang adanya pedagang yang melanggar dan mengganggu para pengemudi yang menuju ke arah Cirebon. Juga kepada jajaran kepolisian yang membidangi tentang kemacetan segera turun tangan untuk mengatur lajunya pengemudi agar menjadi lancar pinta wakil kepala pasar induk sandang Tegal Gubug,” pungkasnya.

(Ali Fiqsyi Arafat)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed