by

Puluhan Masyarakat Bojongkondang Gelar Aksi Tuntut Kades Untuk Mundur

Pangandaran, Intelmedia.co.id

Puluhan Masa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat grudug kantor Desa meminta salah satu warga yang tersandung Hukum untuk di bebaskan dan Kepala Desa Untuk mundur dari jabatannya, Selasa (08/06/2021), di Desa Bojongkondang, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Pilkades serentak yang di selenggarakan pada Tahun 2019 lalu menyisakan persoalan, dengan adanya salah satu Warga yang terjerat Hukum dengan money Politik uang.

Puluhan massa datangi kantor Desa yang tentunya dengan menerapkan Protokol kesehatan, dengan berjutuan untuk mendesak kepala desa terpilih untuk mengeluarkan satu warga yang dipenjara pasca Pilkades.

Korlap aksi Audensi Wawan Ciwong menyampaikan, pihaknya datang ke Desa dengan keterbatasan orang di karenakan Prokes, ini sudah cukup mewakili Masyarakat untuk menindaklanjuti adanya indikasi pelanggaran tentang Pilkades Tahun 2019 akhir.

“Dengan adanya maney politik, dan sampai adanya salah satu Warga atas nama Adi Haryadi (43) yang dijadikan korban timnya Kepala Desa terpilih sekarang dengan Nomor urut 05,” ucapnya kepada Media usai Audensi.

Untuk hal ini sudah ada oputusan dari pengadilan Negeri Ciamis, dan sekarang dilemparkan ke pengadilan tinggi Bandung (PTB).

“Sampai saat ini sodara Adi Heryadi sudah dijatuhi hukuman selama 4 bulan. Kami Masyarakat minta keadilan kepada Kepala Desa untuk membebaskannya karena waktu itu sodara adi adalah tim suksesnya dan dia menjadi korbannya,” kata Wawan.

Namun, kata Wawan, jawaban kepala desa menurut kami tidak memuaskan seakan bertepuk sebelah tangan. Ngomongnya hanya mau berusaha saja, dan itu tidak cukup.

“Kami perlu kejelasan, tidak mungkin kalau tidak ada asap kalau tidak ada api, saya yakin Kepala Desa tau bagai mana caranya agar bisa dibebaskan,” kata Wawan.

Nanti siapa lagi yang mau dimasukin ke penjara? Sedangkan timnya, bukan hanya sodara Adi saja.

“Harapan kami, selain dengan di bebaskannya Adi saya juga Masyarakat meminta kepala desa Bojongkondang sekarang untuk segera mundur dari jabatannya,” ujarnya.

Selain itu di lokasi yang sama Camat Langkaplancar, Deni Ramdani menyampaikan, ini merupakan imbas dari Pilkades tahun 2019 akhir dan satu warga atas nama Adi Heryadi menjadi korbannya.

“Perwakilan dari Masyarakat ini, ingin satu warga korban Pilkades segera dikeluarkan dari penjara dan juga meminta kepala desa Bojongkondang untuk lengser,” kata Deni.

Kemudian lanjut Deni, menurut peserta Audensi, masyarakat kecewa karena selama menjabat Kepala Desa Bojongkondang tidak pernah mengikuti, dan menghadiri undangan masyarakat, berasa tidak memiliki Bapak.

“Seperti pengajian rutin mingguan, bulanan yang dilaksanakan disetiap Dusun atau pun ke yang hajatan, bahkan ngelayat ke orang yang meninggal juga jarang hadir,” ucapnya.

Dan juga, menurut peserta Audensi, kepala Desa tidak pernah memberikan edukasi protokol kesehatan Covid-19 terhadap Masyarakat.

Selain itu juga, tidak adanya transparansi anggaran dalam pembangunan terhadap masyarakat.

Deni menegaskan, ini merupakan satu petisi dari Masyarakat secara tertulis yang disampaikan oleh korlap masa kepada pihaknya.

“Ini akan kita tindak lanjuti, di pelajari putusan – putusan yang sudah ada dan akan dilaporkan kepada pimpinan (Bupati),” ungkapnya

Karena pengangkatan juga lainnya, tambah Deni, itu Bupati Pangandaran. Apa yang terjadi hari ini, kita akan sampaikan. Pungkasnya.

(Fjr)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed