DLH Rokan Hulu Fasilitasi Mediasi Warga dan PT RSM Terkait Dugaan Pencemaran Sungai

Berita Polisi505 Dilihat

Rokan Hulu, intelmedia.co.idDinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hulu menggelar mediasi antara perwakilan lima desa dengan pihak PT Rambah Sawit Mandiri (RSM), Rabu (14/05/2025), bertempat di Aula DLH Rohul. Mediasi ini digelar sebagai respons atas laporan masyarakat terkait dugaan pencemaran sungai akibat limbah perusahaan.

Sekretaris DLH Rohul, Muzayyinul Arifin, ST, M.Si, menjelaskan bahwa mediasi ini merupakan tindak lanjut atas keluhan warga dari tiga kecamatan, yakni Rambah Samo, Rambah Hilir, dan Kepenuhan Hulu.

“Kami minta PT RSM bertanggung jawab penuh, baik dalam penyediaan air bersih, pemulihan sungai, hingga pendampingan terhadap masyarakat terdampak,” ujarnya.

DLH juga meminta agar kolam limbah perusahaan dipindahkan setidaknya 50 meter dari lokasi saat ini, serta dilakukan perbaikan pada sistem pengolahan limbah.

“Hasil uji laboratorium menunjukkan adanya peningkatan kadar pencemar di hilir sungai. Ini menjadi bukti awal bagi kami untuk segera menerbitkan surat resmi dalam waktu dekat,” tambah Muzayyinul.

Tokoh masyarakat, Bustami, yang mewakili warga lima desa, mendesak PT RSM untuk serius dalam merealisasikan komitmen yang telah disampaikan.

“Kami beri waktu hingga 28 Mei. Jika tidak dipenuhi, kami siap menempuh jalur hukum. Warga telah mengumpulkan bukti lengkap,” tegasnya.

Masyarakat juga menuntut kompensasi nyata berupa uang tunai, bantuan air bersih, serta pemulihan mata pencaharian yang terdampak.

Menanggapi hal tersebut, Humas PT RSM, Toni Alexander, menyatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti hasil pertemuan ini ke jajaran manajemen.

“Semua hasil mediasi akan kami teruskan ke manajemen. Ini menjadi tanggung jawab kami sebagai perusahaan. Kami akan memberikan jawaban sebelum batas waktu yang ditentukan,” ungkapnya.

Mediasi ini menjadi langkah awal dalam mencari solusi bersama, namun masyarakat tetap menunggu tindakan konkret dari perusahaan sebelum tenggat waktu 28 Mei 2025.

(Drjt)