by

Diduga Kadis LH Lecehkan Wartawan, Bupati Cirebon Sangat Menyesalkan Arogansi Oknum Pejabat

Cirebon, Intelmedia.co.id Bupati Cirebon, Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag., sangat menyesalkan tentang adanya seorang pejabat eselon II, yaitu Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup (LH) yang bertutur kata kurang sopan kepada wartawan.

Imron mengatakan kepada media saat dikonfirmasi oleh awak media Fakta Hukum Indonesia (FHI) di rumah dinasnya, seorang pejabat itu harus mempunyai etika bertutur kata yang sopan dalam keadaan apapun. Sikap dan tindakanpun harus sopan dan enak dilihat.

“Bagaimanapun juga seorang pejabat harus bisa mencontohkan yang baik, dari ucapan maupun tindakannya,” kata Imron saat di konfirmasi awak media FHI, Rabu (24/11/2021).

Imron akan mengkonfirmasi kepada pihak terkait agar permasalahan ini tidak berlanjut dan Sekertaris Daerah (Sekda) diminta agar menindaklanjuti permasalahan tersebut.

Kepada Kadis LH harus bertanggung jawab atas apa yang diucapkannya. Mengundang wartawan untuk duduk bareng dan meminta maaf atas apa yang terjadi.

Seorang Kadis atau pejabat harus tahu berhadapan dengan siapa saat bicara dan harus bersikap seperti apa. Ibarat seperti zaman Sunan Kalijaga yang menyampaikan kepada umatnya, shalat itu diganti dengan kata sembahyang, dengan maksud agar mudah dimengerti oleh orang pada waktu itu. Ungkap Imron.

“Mari kita shalat, diganti mari kita sembahyang.”Karena pada waktu itu Islam adalah minoritas, orang pada waktu itu belum tahu shalat, maka digantilah dengan kata sembahyang agar dimengerti oleh orang pada waktu itu, kata Imron.

Imron berpesan kepada seluruh jajarannya agar bisa menghargai sebuah profesi terutama jurnalis. Baik buruknya kita bisa terangkat oleh media. Bersinergisitas dengan sesama media tanpa harus membedakan dari media apa dan dari mana.

Selanjutnya Koharrudin, Ketua Himpunan Insan Penulis Wartawan Indonesia (HIPWI) Cirebon, sangat mengapresiasi sekali kepada Bupati. Saat media berkunjung disela waktu sibuknya, Bupati Cirebon menyambut hangat kedatangan wartawan. Padahal beliau akan ada agenda rapat yang harus dihadiri. Hal ini berbanding terbalik dengan sikap dan tutur kata Kadis LH yang tidak beretika.

“Bupati saja ramah, santun dan sangat menghormati profesi wartawan, itu Bupati luar biasa. Tapi kenapa dan ada apa dengan Kadis LH sebegitu sinis dan songongnya sama wartawan, pejabat apa preman itu kadis LH,” papar Kohar.

Sementara itu Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) HIPWI Jawa Barat (Jabar) Umar akan terus mengawal agar permasalahan ini cepat tuntas dan tidak ada lagi pejabat ataupun pihak lain yang melecehkan wartawan.

“Kami akan kawal sampai tuntas permasalahan ini, karena tugas wartawan jelas diatur oleh undang-undang Pers No. 40 tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ),” pungkas Umar.

(Team)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed