by

Tingkat Partisipasi Capai 83,77 Persen, Pilkada Pangandaran Sukses Digelar

Pangandaran, Intelmedia.co.id

Gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pangandaran pada 9 Desember 2020 lalu sukses dilaksanakan. Dalam hajatan demokrasi lima tahunan itu, tingkat partisipasi pemilih mencapai 83,77 persen. Angka partisipasi ini merupakan tertinggi di Provinsi Jawa Barat. Tak heran, banyak pihak yang mengapresiasi kinerja penyelenggara Pilkada di kabupaten termuda di Jabar ini. Keberhasilan penyelenggaraan Pilkada di Pangandaran tersebut juga tak lepas dari pengawasan media massa dan masyarakat.

Demikian diungkapkan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pangandaran, Iwan Yudiawan dalam acara Refleksi Pengawasan Bersama Media Massa pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran 2020 baru-baru ini.

Menurut Ketua Bawaslu, berkat kerjasama semua pihak dan pengawasan dari masyarakat serta media massa, pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pangabdaran 2020 bisa dikatakan clear tanpa persoalan berarti.

“Tak hanya menerapkan protokol kesehatan (Prokes) ketat, semua logistik minim persoalan signifikan, sekalipun terdapat satu dua kartu suara lebih dan kurang di beberpa TPS, tapi semuanya dapat diatasi. Dalam pelaksanaan pemilukada ini tingkat partisipasi pemilih juga mencapai 83,77 persen lebih. Ini cukup luar biasa. Artinya semua yang kami lakukan dengan media diantaranya pelaksanaan pemilukada ini cukup maksimal, kami juga komukasi dengan gugus tugas Covid-19,” kata Ketua Bawaslu, Iwan Yudiawan.

Media massa sambung Ketua Bawaslu, adalah unsur strategis dalam proses pengawasan sehingga dapat ditransformasikan sehinga masyarakat teredukasi.

“Dan kami perlu masukan selama proses pengawasan. Kami tidak alergi selama membangun. Akan kami akomodasikan, syukur kemarin di MK, kami memberikan laporan sesuai dengan yang menjadi tugas kami dalam pengawasan,” kata dia.

Kami juga, lanjutnya, sampaikan sesuai dengan bukti-bukti yang ada.

“Itu adalah sebuah dinamika politik yang terjadi dan KPU sudah menetapkan untuk bupati dan wakil bupati terpilih,” katanya.

Sementara, Masyhuri Sudrajat, Komisioner KPUD Pangandaran menjelaskan, bahwa apa yang diikhtiarkan dalam pemilukada cukup dinamis.

“Terkait adanya Covid-19, dari 117 TPS awal menjadi 800 TPS tentu biayanya menjadi membengkak. Selain itu, rekrutmen SDM KPPS juga dinamikannya luar biasa. Tapi alhamdulillah bisa diatasi. Dari kesehatan, kaitan rapid tes dapat diatasi sesuai aturan. Sehingga dinamika dan perosalan ini dapat clear, maka peran media sangat penting menyampaikan dinamika ini. Tentunya, masih banyak yang harus kami perbaiki sekalipun kami telah melakukan sebagaimana mestinya,” beber Masyhuri panjang lebar memberikan apresiasi kepada media massa.

Senada, Agus Supriatna, SH, bagian Protokol dan komunikasi daerah menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi semua pihak atas kelancaran pemilukada, sekalipun dinamika kemarin karena dua pimpinan sebagai calon.

“Jadi kami harus berhati-hati dan kami terbantu oleh media sehingga berjalan dengan dinamis,” katanya seraya menambahkan dalam sosialisasi memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat agar ikut serta memenuhi haknya dalam pemilukada.

“Kami sinergitas dengan pemda melakukan sosialisasi ke masyarakat melaui mesjid-mesjid dengan memberikan informasi dan lain sebagainya. Semua ini tak mengecualikan peran media,” pungkasnya.

(srman)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed