Bupati Anton Pimpin Rakor Pembebasan dan Perlindungan Lahan Pertanian di Rokan Hulu

Kabar Daerah1693 Dilihat

Rokan Hulu, intelmedia.co.id – Bupati Rokan Hulu, Anton, S.T., M.M., memimpin langsung rapat koordinasi (rakor) pembebasan dan perlindungan lahan pertanian serta pembahasan sistem irigasi di Kabupaten Rokan Hulu. Kegiatan ini digelar di ruang rapat Rumah Dinas Bupati, Rabu (30/4/2025), dan dihadiri sejumlah pimpinan OPD, perwakilan kementerian, serta tokoh masyarakat.

Rakor diikuti oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Fisman Hendri, S.Hut, Kaban Bappeda Drs. H. Yusmar, M.Si, Kadis Peternakan dan Perkebunan CH. Agung Nugroho, Kadis DPKAD Elbizri, Plt. Kadis PUPR H. Zulfikri, S.T., Plt. Kadis DPMPTSP Munandar, S.E., Kabag Hukum Erinaldi, S.H., perwakilan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) III, Camat Rambah Samo H. Amri, S.Sos, serta perwakilan desa dan penyuluh pertanian dari wilayah sawah yang bergantung pada irigasi Osaka.

Dalam arahannya, Bupati Anton menegaskan komitmennya mendukung program Asta Cita pemerintahan Prabowo-Gibran, khususnya dalam mewujudkan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan. Ia menyoroti maraknya alih fungsi lahan sawah menjadi perkebunan kelapa sawit, yang dinilai mengancam ketahanan pangan daerah.

“Kami minta DPMPTSP, camat, dan pemerintah desa untuk tidak lagi mengeluarkan izin perubahan fungsi lahan maupun IPPT dari sawah ke peruntukan lain,” tegas Anton.

Sebagai langkah awal, Bupati meminta pemerintah desa melakukan pendataan luas sawah milik warga di wilayah masing-masing, dan menyampaikannya ke Dinas Pertanian melalui camat. Pendataan ini akan menjadi dasar penyesuaian jumlah penyuluh pertanian di tiap wilayah.

“Penyuluh nantinya harus proaktif melakukan pembinaan kepada petani, termasuk dalam pengaturan masa tanam dan distribusi air irigasi. Sistem buka-tutup aliran bisa diterapkan untuk memastikan air cukup tersedia,” jelasnya.

Terkait infrastruktur irigasi, Anton mendorong Dinas PUPR berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat agar pengelolaan jaringan irigasi Osaka di Kecamatan Rambah Samo yang saat ini menjadi kewenangan Provinsi Riau dapat dialihkan ke kabupaten.

“Air adalah kunci utama keberhasilan pertanian. Maka pengelolaan jaringan irigasi harus bisa kita tangani sendiri agar pengairan ke sawah tidak terkendala,” ujarnya.

Di akhir rapat, Bupati Anton menyampaikan harapannya agar sektor pertanian, khususnya sawah, dapat menjadi sumber penghasilan yang setara dengan komoditas kelapa sawit.

“Kalau konsepnya sudah jelas dan didukung OPD serta sosialisasi aktif, saya yakin petani sawah bisa hidup sejahtera. Kita harus ciptakan sistem yang menjadikan sawah produktif dan menguntungkan,” tutupnya.

(Drjt)