Wakapolres Rohul Kompol Rahmat Hidayat Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2025

Berita Polisi384 Dilihat

Rokan Hulu, intelmedia.co.id – Wakapolres Rokan Hulu, KOMPOL Rahmat Hidayat, S.I.K., M.H., memimpin langsung upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025 yang digelar di Lapangan Apel Mapolres Rokan Hulu, Senin pagi (2/6/2025) sekitar pukul 08.00 WIB.

Upacara tersebut mengangkat tema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya”, dan dihadiri oleh para pejabat utama Polres Rokan Hulu, termasuk para Kabag, Kasat, Kapolsek jajaran, Kasubbag, Kasi, Pama, serta seluruh personel Polres Rokan Hulu.

Dalam amanatnya, Wakapolres KOMPOL Rahmat Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi merupakan bentuk komitmen seluruh elemen bangsa terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Dalam semangat memperkokoh ideologi Pancasila, izinkan saya mengajak kita semua merenungkan kembali bahwa Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman Indonesia. Pancasila mempersatukan lebih dari 270 juta jiwa dengan latar belakang suku, agama, ras, budaya, dan bahasa yang berbeda,” ujar Kompol Rahmat.

Ia menambahkan bahwa memperkokoh ideologi Pancasila berarti memastikan bahwa pembangunan bangsa harus senantiasa berakar pada nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial.

“Di era globalisasi dan digitalisasi yang kian kompleks, tantangan terhadap ideologi Pancasila semakin nyata. Kita menyaksikan penyebaran paham ekstremisme, radikalisme, intoleransi, hingga disinformasi yang berpotensi mengancam kohesi sosial kita,” jelasnya.

Lebih lanjut, KOMPOL Rahmat menekankan bahwa kemajuan Indonesia tidak hanya diukur dari aspek teknologi dan ekonomi, tetapi juga dari moralitas, keadilan, dan persaudaraan di tengah masyarakat.

“Kita ingin Indonesia yang maju bukan hanya secara teknologi, tetapi juga secara moral. Kita ingin Indonesia yang sejahtera bukan hanya dalam angka statistik, tetapi juga dalam rasa keadilan dan persaudaraan. Kita ingin Indonesia dihormati dunia bukan hanya karena kekuatan ekonominya, tetapi juga karena keluhuran budaya dan kebijaksanaan rakyatnya,” imbuhnya.

Upacara berlangsung dengan khidmat dan situasi tetap aman serta kondusif hingga kegiatan selesai.

(Drjt)