Rokan Hulu, intelmedia.co.id – Proyek pembangunan box culvert (box cover) di Jalan Matoa, Kelurahan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu, yang rampung pada tahun 2025 kini menjadi sorotan tajam. Alih-alih menjadi solusi penanganan banjir, infrastruktur tersebut justru dikeluhkan warga karena dianggap gagal mengalirkan air dan memicu genangan parah setiap kali hujan turun.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Kamis malam (8/1/2026), ruas jalan di sekitar Hotel Harka dan Cafe Anaqie masih terendam air pasca-hujan. Kondisi ini memicu kekecewaan warga yang merasa manfaat proyek tersebut tidak sesuai dengan tujuan pembangunannya.
Sekjen Pemuda Pancasila PAC Ujung Batu sekaligus tokoh masyarakat setempat, Nora, mengungkapkan bahwa debit air justru tertahan di area proyek dan tidak mengalir ke saluran pembuangan di bagian bawah.
“Genangan air bertahan sangat lama. Akibat aliran yang tidak lancar, terjadi penumpukan pasir di dalam box culvert. Air yang menggenang menjadi kotor, berbau, dan jelas merugikan kesehatan masyarakat sekitar,” tegas Nora saat memberikan keterangan, Kamis (8/1).
Nora menambahkan, genangan air yang menetap dalam waktu lama berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk, yang meningkatkan risiko penyakit malaria dan demam berdarah (DBD) bagi penghuni sekitar lokasi proyek.
Melihat kondisi yang meresahkan ini, warga mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Rokan Hulu serta pihak pelaksana proyek untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh. Ada dugaan kesalahan teknis dalam perencanaan atau pelaksanaan konstruksi sehingga elevasi saluran tidak mampu mengalirkan air secara maksimal.
Beberapa poin tuntutan warga antara lain:
-
Audit Teknis: Melakukan pengecekan apakah kemiringan saluran (slope) sudah sesuai standar agar air tidak mengendap.
-
Tanggung Jawab Kontraktor: Jika proyek masih dalam masa pemeliharaan atau belum serah terima (PHO/FHO), pihak pelaksana wajib melakukan perbaikan total.
-
Transparansi Anggaran: Menjamin bahwa anggaran negara yang telah dikucurkan memberikan manfaat nyata bagi penanggulangan banjir di Ujung Batu.
“Jangan sampai uang rakyat terbuang sia-sia untuk proyek yang justru menciptakan masalah baru. Kami minta dinas terkait segera turun tangan sebelum dampak kesehatan warga semakin meluas,” tutup Nora.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu respon resmi dari instansi terkait mengenai langkah perbaikan infrastruktur di Jalan Matoa tersebut.
(Drjt)










