Jaga Stabilitas Keamanan, 23 Warga Binaan Lapas Pasir Pengaraian Dipindahkan ke Pekanbaru

Berita Polisi56 Dilihat

Rokan Hulu, intelmedia.co.id  – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pengaraian melakukan langkah tegas dalam upaya mitigasi keamanan dan pengendalian kepadatan hunian. Sebanyak 23 warga binaan resmi dipindahkan ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Kota Pekanbaru pada Sabtu (17/1/2026).

Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen Lapas dalam menciptakan suasana pembinaan yang lebih kondusif serta menekan angka overcapacity (kelebihan kapasitas) yang selama ini menjadi tantangan di Lapas Pasir Pengaraian.

Proses pemindahan dilakukan dengan standar pengamanan tinggi. Petugas Lapas Pasir Pengaraian bersinergi dengan personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk melakukan pengawalan ketat sepanjang perjalanan guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

Sebanyak 23 warga binaan tersebut didistribusikan ke dua lokasi berbeda di Pekanbaru berdasarkan hasil klasifikasi pembinaan, yakni:

  1. Lapas Kelas IIA Pekanbaru

  2. Lapas Kelas IIB Narkotika Pekanbaru

Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian, Efendi P. Purba, menegaskan bahwa mutasi warga binaan antar-Lapas adalah hal rutin namun krusial dalam manajemen keamanan pemasyarakatan.

“Pemindahan ini adalah upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di dalam Lapas, sekaligus mengurangi tingkat hunian yang telah melebihi kapasitas. Kami memastikan seluruh proses dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) demi kelancaran kegiatan,” tegas Efendi.

Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, kelengkapan berkas administrasi, hingga pemberangkatan menuju Pekanbaru, berjalan dengan tertib tanpa kendala berarti. Kehadiran personel TNI dalam pengawalan ini memberikan jaminan keamanan tambahan bagi masyarakat maupun petugas selama proses mutasi berlangsung.

Dengan adanya pengurangan jumlah penghuni ini, diharapkan kualitas pembinaan dan pengawasan terhadap warga binaan yang masih berada di Lapas Pasir Pengaraian dapat berjalan lebih optimal dan efektif.

(Drjt)