Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Panen Padi dan Ikan: Bupati Imron Sebut Lapas Kesambi Jadi Model Pembinaan Produktif

Kabar Daerah30 Dilihat

Cirebon, intelmedia.co.id – Pemandangan tak biasa terlihat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cirebon, Kesambi. Dari balik tembok penjara, hamparan padi siap panen dan kolam ikan nila menjadi bukti bahwa pembinaan warga binaan tak melulu soal hukuman, tetapi juga kemandirian.

Momen itu disaksikan langsung Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag saat menghadiri kegiatan Panen Raya Padi dan Tebar Benih Ikan, yang juga dihadiri Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Agus Andrianto.

Bupati Imron menilai, panen raya tersebut mencerminkan wajah baru pembinaan di lembaga pemasyarakatan. Warga binaan tidak hanya dibina secara kedisiplinan, tetapi juga dilibatkan langsung dalam kegiatan pertanian dan perikanan yang produktif.

“Hari ini kita melihat langsung hasil kerja warga binaan. Ada panen padi dan ikan yang dikelola bersama oleh Lapas Kesambi. Ini menunjukkan pembinaan di dalam lapas berjalan dengan baik dan memberi keterampilan nyata,” ujar Imron.

Ia mengapresiasi langkah Lapas Kesambi yang memberdayakan warga binaan, termasuk mereka yang berasal dari Kabupaten Cirebon. Menurutnya, keterampilan yang diperoleh selama menjalani masa pidana akan menjadi bekal penting saat kembali ke tengah masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih karena banyak warga binaan dari Cirebon di sini benar-benar dibina, dilatih, dan diberdayakan. Ini sangat bermanfaat untuk masa depan mereka,” katanya.

Imron menegaskan, Pemerintah Kabupaten Cirebon siap memberikan dukungan lanjutan setelah warga binaan menyelesaikan masa hukumannya, terutama dalam membuka akses pekerjaan dan kegiatan ekonomi.

“Tadi juga kami berdiskusi, ketika mereka sudah bebas nanti datanya akan disampaikan. Pemerintah daerah siap mendukung agar mereka bisa kembali ke masyarakat dengan baik dan mandiri secara ekonomi,” ungkapnya.

Tak hanya sektor pertanian dan perikanan, Imron juga menyoroti pembinaan ekonomi kreatif di Lapas Kesambi. Ia menyebut, hasil karya warga binaan bahkan sudah mampu menembus pasar internasional.

“Tadi disampaikan ada produk hasil pembinaan yang sudah diekspor ke luar negeri, salah satunya ke Spanyol. Ini luar biasa dan patut diapresiasi,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Imron berpesan kepada seluruh warga binaan, khususnya asal Kabupaten Cirebon, agar menjadikan masa pembinaan sebagai titik balik kehidupan.

“Jangan mengulangi kesalahan. Manfaatkan pembinaan yang ada agar ketika kembali ke masyarakat bisa menjadi pribadi yang lebih baik,” tegasnya.

Kegiatan panen raya ini sekaligus menjadi simbol sinergi antara Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Lapas Kelas I Cirebon, serta pemerintah daerah dalam membangun pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemandirian.

Adapun komoditas yang dipanen di Lapas Kelas I Cirebon meliputi padi jenis Inpari 32 sebanyak 7.000 kilogram dari lahan seluas 13.740 meter persegi, serta ikan nila seberat 1 ton dari kolam seluas 637 meter persegi.

(Fjr)