Rokan Hulu, intelmedia.co.id – Peringatan Hari Buruh (May Day) 1 Mei 2026 di Kabupaten Rokan Hulu diisi dengan refleksi dan aksi nyata oleh jajaran Serikat Pekerja Transport Indonesia (SPTI). Ketua PC F.SPTI-K.SPSI Kabupaten Rokan Hulu, M. Syahril Topan, S.T., M.M., menegaskan komitmen organisasinya untuk terus memperjuangkan kesejahteraan buruh melalui jalur sinergi dan aksi sosial.
Dalam arahannya, Syahril Topan menekankan pentingnya peran Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Rokan Hulu dalam menciptakan iklim kerja yang tertib. Menurutnya, pelayanan administrasi dan fungsi pengawasan yang baik menjadi kunci utama untuk mencegah konflik horisontal antarpekerja di lapangan.
“Disnaker memiliki fungsi pengawasan yang dimulai dari pencatatan organisasi profesi. Jika setiap organisasi bekerja sesuai dengan bidangnya masing-masing, maka operasional di lapangan akan berjalan tertib dan tidak ada lagi perebutan lahan pekerjaan,” ujar M. Syahril Topan.
Sesuai dengan semangat solidaritas, SPTI Rohul berkolaborasi dengan Polres Rokan Hulu dalam mengimplementasikan program Green Policing. Aksi penanaman pohon yang turut dihadiri oleh Wakapolres Rohul, Kompol I Made Juni Artawan, S.I.K., M.H., ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program penghijauan Kapolda Riau.
Selain aspek lingkungan, organisasi juga menyentuh aspek kemanusiaan. Dalam kesempatan tersebut, SPTI menyalurkan bantuan berupa santunan kepada 50 anak yatim serta pendistribusian beras bagi masyarakat sekitar. “Ini adalah wujud kecintaan kami kepada alam dan kepedulian terhadap sesama. SPTI berkomitmen untuk terus konsisten menggelar kegiatan sosial,” tambahnya.
Momentum May Day ini juga digunakan Syahril Topan untuk menyuarakan aspirasi mendesak terkait kondisi ketenagakerjaan di Rokan Hulu. Saat ini, terdapat tiga pabrik yang berhenti beroperasi, menyebabkan sekitar 400 anggota SPTI kehilangan pekerjaan.
Ia berharap pemerintah daerah, khususnya Bupati Rokan Hulu, dapat mengambil langkah konkret untuk mendorong kembali operasional pabrik-pabrik tersebut.
“Harapan besar kami, pemerintah dapat membantu mendorong agar pabrik-pabrik ini bisa beroperasi kembali. Dengan begitu, ratusan rekan-rekan kami dapat kembali bekerja dan menafkahi keluarga mereka dengan layak,” tegasnya.
SPTI Rohul menegaskan bahwa mereka akan terus membangun kolaborasi strategis dengan pemerintah dan seluruh stakeholder terkait demi terciptanya ekosistem ketenagakerjaan yang kondusif, aman, dan meningkatkan taraf ekonomi pekerja di Kabupaten Rokan Hulu.
(Drjt)










