Rokan Hulu, intelmedia.co.id – Suasana haru dan khidmat mewarnai Asrama Haji Embarkasi Batam saat Bupati Rokan Hulu, Anton, S.T., M.M., didampingi Ketua TP-PKK Rohul, dr. Yeni Dwi Putri, secara resmi melepas keberangkatan 191 Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Rokan Hulu, Kamis pagi (30/04/2026).
Jemaah yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 8 ini bertolak menuju Bandara Hang Nadim pada pukul 06.30 WIB untuk menempuh penerbangan langsung menuju Madinah, Arab Saudi.
Kehadiran jajaran pejabat teras Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu di Batam menjadi simbol dukungan moril yang kuat bagi para tamu Allah. Tampak hadir Ketua DPRD Rohul Hj. Sumiartini, Kakan Kemenag Rohul H. Zulkifli Syarif, Pj. Sekda Rohul Drs. H. Yusmar, M.Si., serta sejumlah Kepala OPD dan perwakilan unsur Forkopimda.
Dalam keterangannya, Bupati Anton mengonfirmasi adanya penyesuaian teknis terkait jumlah jemaah yang berangkat pada hari tersebut.
“Dari total jemaah kita, terdapat dua orang yang keberangkatannya terpaksa ditunda sementara karena faktor kesehatan. Saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan intensif oleh dokter spesialis paru. Namun, insyaallah keduanya akan tetap diberangkatkan pada Kloter 12 pada tanggal 5 Mei mendatang,” jelas Bupati Anton.
Mengingat perbedaan iklim yang signifikan antara Indonesia dan Arab Saudi, Bupati menitipkan pesan mendalam agar para jemaah memprioritaskan kesehatan fisik. Ia mengimbau jemaah untuk tidak memaksakan diri dan selalu mengikuti arahan dari ketua kloter maupun pembimbing ibadah.
“Selamat jalan kepada seluruh jemaah. Tetap jaga kesehatan dan patuhi instruksi pembimbing agar seluruh rukun haji dapat dilaksanakan dengan sempurna. Kami mendoakan semoga selamat sampai tujuan dan kembali ke tanah air sebagai Haji yang Mabrur dan Mabruroh,” doanya.
Penyelenggaraan haji tahun 2026 ini mendapat respons positif dari para jemaah. Layanan terintegrasi yang dimulai dari keberangkatan via Bandara Tuanku Tambusai hingga pendampingan langsung di Embarkasi Batam dinilai sangat memudahkan.
Salah satu jemaah mengungkapkan bahwa perhatian personal dari Bupati dan jajaran pemerintah daerah menjadi penyemangat luar biasa. Layanan “jemput bola” serta kemudahan akses administrasi di lapangan membuat para jemaah dapat lebih fokus mempersiapkan diri secara spiritual sebelum menginjakkan kaki di tanah suci.
(Drjt)










