Transparansi Dana Desa: Pemdes Marga Mulya Gelar Musdes Pertanggungjawaban Tahun Buku 2025

Ragam Berita167 Dilihat

Rokan Hulu, intelmedia.co.id – Mentari pagi di pertengahan Februari 2026 terasa lebih teduh di Pendopo Rumah Dinas Bupati Rokan Hulu. Pada Kamis (12/2), aula tersebut bertransformasi menjadi ruang penuh kehangatan saat ratusan wajah penuh senyum berkumpul dalam agenda silaturahmi akbar menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H.

Bukan sekadar seremonial protokoler, acara yang ditaja oleh Bagian Kesra Rokan Hulu ini menjadi momen refleksi dan kepedulian sosial bagi para penjaga moral bangsa serta tunas harapan daerah di “Negeri Seribu Suluk”.

Bupati Rokan Hulu, Anton, ST, MM, bersama Ketua TP PKK Rohul, Ny. dr. Yenni Dwi Putri Anton, menyambut hangat para Mubaligh, Mubaligoh, serta ratusan anak yatim yang hadir dari 16 kecamatan. Turut hadir mendampingi, Asisten III Edi Suherman, Kadis Kominfo Suharman Nasution, Ketua BAZNAS Rohul Ustadz Baihaqi Ad-Dhuha, Lc, MH, serta jajaran Camat.

Dalam pesannya yang menggetarkan hati, Bupati Anton menyebut para pendakwah sebagai “Lentera Umat” yang menjadi pilar ketenangan batin masyarakat.

“Bapak dan Ibu adalah lentera umat. Tetaplah istiqamah menyampaikan dakwah dan membimbing masyarakat dengan kesabaran. Ulama dan umara harus berjalan seiring demi kemaslahatan masyarakat Rokan Hulu,” ujar Bupati Anton penuh apresiasi.

Suasana haru memuncak saat panggung utama menjadi saksi penyerahan santunan kepada 250 anak yatim dan bingkisan bagi 230 Mubaligh serta Mubaligoh. Dengan nada kebapakan yang tulus, Bupati Anton menegaskan bahwa pemerintah daerah akan selalu menjadi sandaran bagi anak-anak tersebut.

“Kalian mungkin kehilangan sosok orang tua, tapi yakinlah, kalian tidak pernah kehilangan kasih sayang Allah. Kami hadir untuk memastikan kalian tetap tersenyum dan memiliki masa depan yang penuh harapan,” tuturnya menyemangati tunas-tunas muda Rokan Hulu.

Kehadiran perwakilan dari seluruh pelosok kabupaten menunjukkan kuatnya ikatan kekeluargaan di Rokan Hulu. Kegiatan ini menjadi simbol bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga melalui:

  • Pembangunan Spiritual: Menghargai para pejuang dakwah.

  • Kepedulian Sosial: Memastikan anak-anak yatim “dipeluk” oleh sistem pemerintah.

  • Sagu Hati: Bentuk cinta nyata agar para pengabdi umat merasa dihargai.

Acara ditutup dengan siraman rohani yang membekali batin para undangan dalam mempersiapkan diri menghadapi bulan penuh ampunan yang tinggal menghitung hari. Ramadhan di Rokan Hulu bukan sekadar tentang menahan lapar, melainkan tentang mempererat persaudaraan dan berbagi kebahagiaan.

(Drjt)