Rokan Hulu, intelmedia.co.id – Bulan suci Ramadan menjadi momentum emas bagi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pengaraian untuk memperdalam pembinaan karakter para penghuninya. Melalui program Pesantren Kilat Ramadan, Lapas mengintensifkan kajian keagamaan sebagai pilar utama pembinaan kepribadian, Jumat (27/2/2026).
Program ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah strategis untuk memperkuat mental dan spiritual warga binaan agar siap kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik.
Berbeda dari pengajian biasa, Pesantren Kilat kali ini menghadirkan metode pembelajaran yang lebih komprehensif:
-
Narasumber Eksternal: Menghadirkan ustazah berpengalaman untuk memberikan wawasan keislaman yang mendalam.
-
Literasi Al-Qur’an: Melibatkan peserta Magang Nasional untuk mendampingi warga binaan secara privat dalam membaca hingga menulis ayat-ayat suci Al-Qur’an.
-
Metode Interaktif: Suasana khidmat dibalut dengan sesi tanya jawab aktif, menunjukkan tingginya antusiasme warga binaan dalam memperbaiki diri.
Kalapas Pasir Pengaraian, Efendi Parlindungan Purba, melalui Kasi Binadik, Sunu Istiqomah Danu, menyampaikan bahwa intensitas kajian agama memang sengaja ditingkatkan selama Ramadan.
“Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat kualitas ibadah. Kami berharap melalui kajian yang lebih intensif ini, pembinaan mental warga binaan dapat berdampak positif dan berkelanjutan. Semoga amal ibadah kita semua dicatat berlipat ganda,” ujar Sunu.
Kegiatan ini dilaksanakan selaras dengan Perintah Harian Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta arahan Dirjen Pemasyarakatan. Fokus utama Lapas tidak hanya pada aspek keamanan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan peningkatan keimanan.
Dengan adanya Pesantren Kilat Ramadan, Lapas Pasir Pengaraian membuktikan bahwa di balik jeruji besi, proses hijrah dan peningkatan kualitas diri tetap dapat berjalan maksimal. Program ini diharapkan menjadi bekal spiritual bagi warga binaan untuk berkontribusi positif setelah masa pidananya usai.
(Drjt)











