Rokan Hulu, intelmedia.co.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pengaraian terus berinovasi dalam mengoptimalkan program pembinaan. Pada Sabtu (02/05/2026), pihak Lapas menggelar kegiatan “Sambung Rasa”, sebuah forum komunikasi langsung yang dirancang untuk merangkul para warga binaan agar lebih partisipatif dalam menjalani masa pemulihan diri.
Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik dan Giatja), Andi Rahman, didampingi Komandan Jaga. Berbeda dengan pengarahan formal biasanya, agenda ini berlangsung dalam suasana santai namun tetap sarat akan pesan-pesan pembinaan yang mendalam.
Dalam arahannya, Andi Rahman menekankan bahwa masa pidana bukan sekadar hukuman fisik, melainkan momentum emas untuk memperbaiki diri melalui berbagai program yang telah disiapkan negara. Ia mengajak warga binaan untuk proaktif dalam pembinaan kepribadian maupun kemandirian.
“Kami mengajak seluruh warga binaan untuk memanfaatkan waktu dengan maksimal. Ikutilah kegiatan pembinaan seperti pengajian rutin bagi yang Muslim, serta berbagai kegiatan positif lainnya. Ini adalah bekal berharga bagi masa depan saudara sekalian saat kembali ke masyarakat nanti,” ujar Andi Rahman.
Selain fokus pada pengembangan diri, kegiatan sambung rasa ini juga menjadi ajang untuk menanamkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga stabilitas keamanan di dalam Lapas. Petugas mengingatkan agar warga binaan terus menjalin hubungan yang harmonis, baik antar-sesama penghuni maupun dengan petugas pemasyarakatan.
Hal ini dinilai krusial untuk menciptakan lingkungan yang kondusif, sehingga setiap tahapan pembinaan dapat berjalan lancar tanpa hambatan gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib).
Melalui metode sambung rasa, Lapas Pasir Pengaraian berupaya menghapus sekat komunikasi yang kaku antara petugas dan warga binaan. Pendekatan humanis ini diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya diri warga binaan dan mendorong mereka untuk bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik, produktif, dan siap berintegrasi kembali dengan kehidupan sosial setelah bebas nanti.
(Drjt)

