Goresan Dakwah di Balik Jeruji: Warga Binaan Lapas Pasir Pengaraian Semarakkan Ramadan lewat Lomba Kaligrafi

Berita Polisi30 Dilihat

Rokan Hulu, intelmedia.co.id – Nuansa religius dan kreativitas menyatu di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pengaraian. Dalam rangka memeriahkan bulan suci Ramadan 1447 H sekaligus menyambut peringatan Nuzulul Quran, puluhan warga binaan berkompetisi dalam Lomba Seni Kaligrafi Islam, Selasa (03/03/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan pembinaan kepribadian yang dirancang untuk memperhalus budi pekerti sekaligus menggali potensi seni para penghuni Lapas selama bulan puasa.

Lomba secara resmi dibuka oleh Kepala Lapas Pasir Pengaraian, Efendi Parlindungan Purba, yang diwakili oleh Kasi Binadik dan Giatja, Sunu Istiqomah Danu. Dalam arahannya, Sunu menekankan bahwa seni kaligrafi memiliki dimensi ibadah yang mendalam.

“Bapak Kalapas berpesan bahwa lomba ini bukan sekadar mengejar juara atau keindahan tulisan semata. Lebih dari itu, ini adalah sarana bagi warga binaan untuk semakin mencintai Al-Qur’an dan menghayati ayat-ayat suci yang mereka goreskan di atas kertas,” ujar Sunu.

Momentum Nuzulul Quran dijadikan titik balik bagi warga binaan untuk memperkuat nilai-nilai religius. Melalui media kanvas dan tinta, para peserta diajak untuk menyalurkan energi positif dan ekspresi spiritual mereka.

Tujuan Utama Kegiatan:

  • Pembinaan Karakter: Membangun kesabaran dan ketelitian melalui seni tulis halus.

  • Penguatan Iman: Meningkatkan interaksi warga binaan dengan teks-teks Al-Qur’an.

  • Iklim Positif: Menciptakan suasana Ramadan yang produktif dan bermakna di dalam lingkungan blok hunian.

Para peserta tampak sangat fokus dan antusias, jemari mereka dengan terampil mengayunkan kuas membentuk huruf-huruf hijaiyah yang indah. Berbagai gaya penulisan kaligrafi ditampilkan, mulai dari gaya Naskhi hingga Tsuluts, yang menunjukkan bahwa keterbatasan ruang gerak tidak membatasi kreativitas dan keinginan mereka untuk bertaubat serta berkarya.

Diharapkan, hasil dari perlombaan ini tidak hanya melahirkan karya seni yang indah, tetapi juga memberikan dampak psikologis yang menenangkan bagi warga binaan dalam menjalani sisa masa pidana mereka dengan semangat baru.

(Drjt)

Tinggalkan Balasan