Rokan Hulu, intelmedia.co.id – Menifestasikan komitmen pelayanan publik yang inklusif dan responsif, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan melangsungkan agenda pemeriksaan kesehatan gratis. Kegiatan kemanusiaan yang menyasar kluster masyarakat umum pengguna layanan kunjungan ini dilaksanakan di area operasional Lapas, Jumat (10/07/2026).
Agenda berkala ini bertindak sebagai langkah nyata internalisasi instrumen 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya pada poin optimalisasi Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Bakti Sosial bagi Masyarakat di sekitar Unit Pelaksana Teknis (UPT).
Sirkulasi pemeriksaan klinis di lapangan dieksekusi langsung oleh tim medis fungsional dari Klinik Pratama Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan.
Adapun parameter penapisan (screening) kesehatan dasar yang didistribusikan kepada para pengunjung meliputi:
-
Pengukuran tekanan darah (tensi sistemik).
-
Uji laboratorium mini untuk kadar kolesterol, gula darah (glukosa), dan asam urat (uric acid).
-
Distribusi obat-obatan fasilitatif dan vitamin yang linear dengan hasil diagnosa kebutuhan pasien.
Selain intervensi medis, tim klinis Lapas turut melangsungkan sirkulasi edukasi preventif mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat guna meminimalisir risiko penyakit tidak menular (PTM) di lingkungan domestik keluarga.
Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba, yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Seksi Binadik dan Giatja, Andi Rahman, memaparkan bahwa orientasi pelayanan institusi pemasyarakatan saat ini telah mengalami perluasan variabel, tidak hanya berfokus pada pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), melainkan juga berorientasi kemanfaatan bagi masyarakat sipil secara makro.
“Layanan medical check-up gratis ini diformulasikan untuk memberikan kemudahan aksesibilitas bagi warga yang sedang mengantre layanan kunjungan. Kami berkomitmen menyelaraskan seluruh program kerja lokal dengan cetak biru Kementerian guna menghadirkan performa birokrasi pemasyarakatan yang profesional, modern, dan humanis,” urai Andi Rahman secara lugas.
Sirkulasi agenda yang berjalan tertib ini mendapat respons positif dari masyarakat sekitar, yang merasa terbantu dengan adanya pemotongan jalur birokrasi kesehatan tanpa adanya pungutan biaya operasional (gratis). Melalui keberhasilan capaian indikator ini, Lapas Pasir Pangarayan menegaskan kesiapannya untuk konsisten menaikkan mutu standardisasi pelayanan publik yang berorientasi pada kepuasan masyarakat di wilayah hukum Rokan Hulu.
(Drjt)










