Cirebon, intelmedia.co.id – Ratusan warga Desa Surakarta bersama organisasi kemasyarakatan (Ormas) Bringaz Cirebon Raya berbondong-bondong turun ke sungai untuk melaksanakan aksi reresik (pembersihan) massal di aliran Sungai Asem Dajar, Desa Surakarta, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, Minggu (17/05/2026) pagi.
Aksi lingkungan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini dipicu oleh keprihatinan atas padatnya sumbatan tanaman gulma yang menghambat fungsi irigasi dan aliran air di kawasan tersebut. Hasilnya, kurang lebih satu ton material eceng gondok berhasil diangkat dari badan sungai.
Kegiatan padat karya yang dimotori oleh Ormas Bringaz Cirebon Raya ini mendapat dukungan penuh dari otoritas kedinasan dan unsur aparatur kewilayahan. Di lokasi acara, tampak hadir memantau jalannya pembersihan:
-
Dinas PUTR Kabupaten Cirebon: Kepala UPT V, Bapak Dadang.
-
Dinas Lingkungan Hidup (DLH): Perwakilan dinas, Bapak Taudi.
-
TNI-Polri: Babinsa Koramil 0620-21/Suranenggala Serka Agus Sugiyanto dan Bhabinkamtibmas Aiptu Marta.
-
Internal Organisasi & Desa: Ketua Umum Bringaz Cirebon Raya Yudi Soebono, Plt. Kuwu Surakarta Ibu Mita Royani, serta perwakilan BPD Surakarta.
Pemandangan menarik terlihat saat Plt. Kuwu Surakarta, Ibu Mita Royani, tidak canggung untuk turun langsung berbaur ke dalam sungai bersama warga. Menggunakan peralatan manual, ia memimpin jalannya pembersihan demi memotivasi masyarakat yang sangat antusias sejak pagi.
“Aksi ini adalah murni kepedulian bersama untuk mengantisipasi pendangkalan sungai dan risiko banjir kiriman. Kehadiran Ormas Bringaz, dinas terkait, serta TNI-Polri menjadi suntikan semangat luar biasa bagi warga kami untuk menjaga kebersihan ekosistem sungai,” ujar Ibu Mita Royani di sela-sela kegiatan.
Ketua Umum Bringaz Cirebon Raya, Yudi Soebono, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari program kerja kemasyarakatan yang menyasar langsung pada problem lingkungan di akar rumput. Penumpukan gulma eceng gondok jika dibiarkan terlalu lama terbukti sering memicu penyumbatan pintu air dan merusak kualitas air sungai.
Tumpukan satu ton eceng gondok yang berhasil diangkat langsung dialokasikan oleh perwakilan Dinas Lingkungan Hidup ke tempat pembuangan yang ditentukan agar tidak kembali mencemari lingkungan. Warga berharap kegiatan pemeliharaan berkala seperti ini terus digalakkan secara mandiri agar fungsi Sungai Asem Dajar tetap optimal sebagai penunjang hajat hidup warga Desa Surakarta.
(Jamal)










