Rokan Hulu, intelmedia.co.id – Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi hari bersejarah bagi para atlet disabilitas di Kabupaten Rokan Hulu. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu secara resmi menyalurkan bonus pembinaan bagi para atlet yang telah mengharumkan nama daerah di kancah nasional hingga internasional dalam upacara yang digelar di halaman Kantor Bupati, Senin (04/05/2026).
Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan kesetaraan apresiasi terhadap seluruh putra-putri terbaik bangsa, tanpa terkecuali.
Ketua National Paralytic Committee Indonesia (NPCI) Rokan Hulu menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas perhatian besar Pemkab Rohul. Menurutnya, kucuran dana pembinaan ini merupakan bukti nyata bahwa keberadaan atlet disabilitas kini semakin diakui dan diapresiasi secara profesional.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Pemkab Rokan Hulu menunjukkan kepedulian nyata terhadap NPCI. Bonus bagi atlet yang telah berjuang di dalam maupun luar negeri ini merupakan suntikan semangat yang luar biasa bagi kami,” ungkapnya.
Sejumlah nama besar atlet NPCI Rohul yang telah mengukir prestasi gemilang antara lain:
-
Niken: Atlet Anggar Kursi Roda peraih medali pada ASEAN Para Games di Thailand.
-
Muarif: Atlet Taekwondo peraih medali emas pada Peparnas Papua 2021 dan Peparnas Solo.
Dana pembinaan yang diterima tahun ini diproyeksikan akan digunakan secara maksimal untuk membiayai program Training Center (TC) jangka panjang. Hal ini dilakukan sebagai langkah taktis dalam mempersiapkan atlet-atlet unggulan menghadapi ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2028 mendatang.
Pihak NPCI Rohul menegaskan bahwa persiapan dini adalah kunci untuk lolos seleksi di tingkat Provinsi Riau dan mampu bersaing di level nasional. “Persiapan menuju 2028 harus dimulai dari sekarang, tidak bisa mendadak. Kami ingin atlet Rohul benar-benar siap tempur dan memberikan hasil terbaik,” tambahnya.
Dengan dukungan berkelanjutan dari Pemkab dan masyarakat, NPCI Rokan Hulu optimistis daerahnya dapat bertransformasi menjadi lumbung medali pada ajang-ajang olahraga disabilitas ke depan. Dukungan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada aspek finansial, tetapi juga pada pengakuan sosial agar para atlet disabilitas dapat hidup sejahtera melalui jalur prestasi olahraga.
(Drjt)










