Cahaya Spiritual dari Negeri Seribu Suluk: Ikhtiar Bupati Anton dan Wabup Syafaruddin Poti Memakmurkan Masjid Melalui Kemitraan Strategis

Kabar Daerah0 Dilihat

Rokan Hulu, intelmedia.co.id – Berdiri megah sebagai jantung spiritual di “Negeri Seribu Suluk”, Masjid Agung Islamic Center Rokan Hulu kini memasuki babak baru dalam kemandirian operasional. Di bawah kepemimpinan Bupati Anton, S.T., M.M. dan Wakil Bupati H. Syafaruddin Poti, S.H., M.M., pembangunan daerah tidak hanya difokuskan pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pemuliaan rumah ibadah melalui sinergi yang berkelanjutan.

Prinsip religius yang mengedepankan ikhtiar dan tawakal ini membuahkan hasil nyata dengan mengalirnya dukungan sektor swasta melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) yang produktif. 

Keberkahan niat untuk memakmurkan rumah Allah ini disambut baik oleh PT Anugerah Niaga Sawindo. Melalui kerja sama pengelolaan kebun kelapa sawit seluas 30 hektare, perusahaan resmi menjalin kemitraan bagi hasil yang ditujukan khusus untuk biaya perawatan dan operasional Masjid Agung Islamic Center.

Bupati Anton menyampaikan bahwa kolaborasi ini adalah perwujudan dari visi pembangunan mental spiritual di Rokan Hulu.

“Kami atas nama Pemerintah Daerah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Anugerah Niaga Sawindo. Ini adalah bentuk kolaborasi yang indah untuk memastikan masjid kebanggaan kita tetap makmur, terawat, dan memiliki sumber pendanaan yang mandiri,” ujar Bupati Anton.

Kemitraan ini disusun dengan pola yang transparan dan profesional untuk menjamin keberlangsungan jangka panjang. Dana hasil kebun tersebut akan langsung disalurkan ke rekening Masjid Agung dengan rincian sebagai berikut:

1. Periode Pertama (2026 – 2031):

  • 60% dari hasil total dialokasikan untuk biaya investasi (pemeliharaan dan perawatan kebun).

  • 40% sisa hasil dibagi dengan proporsi: 60% untuk perusahaan dan 40% untuk Masjid Agung Islamic Center.

  • Catatan: Realisasi pembayaran perdana direncanakan mulai cair pada bulan depan.

2. Periode Kedua (2032 – Masa Replanting):

  • 40% dialokasikan untuk biaya investasi.

  • 60% sisa hasil dibagi dengan proporsi: 60% untuk perusahaan dan 40% untuk Masjid Agung Islamic Center.

Langkah yang ditempuh pasangan pimpinan daerah ini menjadi benchmark atau tolak ukur baru dalam pengelolaan dana sosial di Rokan Hulu. Dengan adanya sumber pendanaan yang tetap dan dikelola secara profesional, Masjid Agung Islamic Center dipastikan tidak akan lagi terkendala dalam biaya pemeliharaan rutin maupun pengembangan kegiatan keagamaan.

Di bawah kepemimpinan Anton-Syafaruddin Poti, Rokan Hulu terus membuktikan bahwa kemajuan ekonomi dan kemakmuran religius dapat berjalan beriringan. Inilah esensi sejati dari Negeri Seribu Suluk: sebuah negeri di mana ikhtiar manusia yang sungguh-sungguh bertemu dengan keberkahan Ilahi demi kesejahteraan umat.

(Drjt)

Tinggalkan Balasan