Wujudkan Instruksi Kapolri, Kapolres Rohul Bangun Jembatan ‘Merah Putih Presisi’ untuk Akses Pelajar di Muara Jaya

Berita Polisi13 Dilihat

Rokan Hulu, intelmedia.co.id – Komitmen Polri dalam mendukung akselerasi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat diwujudkan secara nyata oleh Polres Rokan Hulu. Menindaklanjuti arahan Kapolri dan Kapolda Riau, Irjen Pol. Herry Heryawan, Kapolres Rokan Hulu memimpin langsung doa bersama sebagai penanda dimulainya pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Muara Jaya, Jumat (10/04/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Dusun III Desa Muara Jaya ini dihadiri oleh Kapolres Rokan Hulu, AKBP Emil Eka Putra, S.I.K., M.Si., jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres, tokoh masyarakat, serta puluhan pelajar yang selama ini terdampak oleh terbatasnya akses penyeberangan.

Kepala Desa Muara Jaya, Setyono, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Polri yang menyentuh kebutuhan dasar warga. Jembatan ini diproyeksikan menjadi urat nadi baru yang menghubungkan pemukiman dengan fasilitas pendidikan.

“Ini adalah jawaban atas penantian panjang kami. Jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, tapi jalan masa depan bagi anak-anak sekolah kami agar bisa menuju sekolah dengan lebih aman tanpa harus terkendala akses penyeberangan yang sulit,” ungkap Setyono.

Dalam sambutannya, Kapolres Rohul AKBP Emil Eka Putra menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan representasi dari kehadiran Polri yang tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga sebagai motor penggerak solusi sosial dan ekonomi di daerah.

Kapolres juga memuji semangat gotong royong warga Desa Muara Jaya yang ikut proaktif mendukung pengerjaan jembatan ini. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi kunci utama percepatan pembangunan di wilayah tersebut.

Proyek infrastruktur ini diharapkan menjadi pilot project kolaborasi antara kepolisian dan perangkat desa dalam membangun wilayah terisolir. Dengan adanya jembatan ini, diharapkan mobilitas hasil pertanian warga meningkat dan risiko kecelakaan saat menyeberang bagi anak-anak sekolah dapat dieliminasi sepenuhnya.

Prosesi doa bersama dan peletakan batu pertama berakhir pada pukul 12.10 WIB dengan suasana khidmat dan penuh optimisme dari warga setempat. Pembangunan akan segera digenjot agar jembatan dapat segera difungsikan oleh masyarakat luas.

(Drjt)