Jakart, intelmedia.co.id – Sebanyak 60 pengurus harian KPSTI (Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia) resmi dikukuhkan oleh Dr. Restu Gunawan, M.Hum., Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Kemendikbud RI, dalam acara yang berlangsung di Gedung Serbaguna Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu (25/8/2024). Pengukuhan ini merupakan bagian dari rangkaian Sarasehan Nasional Pencak Silat Tradisi pertama yang diselenggarakan oleh KPSTI.
Sarasehan yang bertema “Menimbang Pencak Silat Tradisi Pasca Diakui Oleh UNESCO” ini dihadiri oleh 157 tamu undangan, termasuk tokoh-tokoh penting dalam dunia pencak silat Indonesia. Beberapa narasumber kunci yang hadir antara lain Dr. Itje Chodidjah (Ketua Harian KNIU – Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO), Tunas Dwidharto, S.H., M.H., M.Si. (Wakil Ketua Umum PB. IPSI), dan Nur Ali, M.Pd. (Ketua Umum KPSTI).
Dr. Restu Gunawan menekankan pentingnya peran KPSTI dalam memberikan informasi yang akurat dan nyata mengenai kondisi para pelaku budaya, khususnya pencak silat tradisi. “Organisasi seperti KPSTI sangat penting, karena menjadi wadah untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan oleh Kemendikbud dalam mendukung pelestarian budaya pencak silat,” ujar Restu.
KPSTI didirikan atas prakarsa para pelaku pencak silat tradisi sebagai wujud tanggung jawab setelah pengakuan UNESCO terhadap pencak silat sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada 12 Desember 2019. Ketua Umum KPSTI, Nur Ali, berharap organisasi ini dapat menjadi rumah bagi pencak silat tradisi, memperkuat sinergitas tata kelola dengan organisasi induk yang sudah ada.
Senada dengan itu, H. Eddie M Nalapraya, yang dikenal sebagai Bapak Pencak Silat Dunia, menegaskan komitmen KPSTI dalam melestarikan pencak silat tradisi sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pengakuan UNESCO.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dr. H. Abdul Kharis Almasyhari, SE, M.Si., Ak.CA., menekankan pentingnya KPSTI dalam memaksimalkan legislasi pencak silat sebagai budaya. Ia berharap pencak silat tradisi yang menjadi fokus KPSTI bisa menjadi pintu masuk untuk promosi dan diplomasi budaya, serta membangun sinergitas antara lembaga-lembaga terkait.
Dr. Itje Chodidjah, Ketua Harian KNIU sekaligus Dewan Penasihat KPSTI, menegaskan pentingnya pendokumentasian kegiatan pencak silat tradisi. Laporan tersebut akan disampaikan kepada UNESCO sebagai bukti bahwa Indonesia terus melaksanakan program terkait pelestarian tradisi pencak silat.
Acara ini juga dimeriahkan dengan atraksi pencak silat dari berbagai perguruan seperti PS Harimau Minangkabau, Rampak Pencak Silat, PS Baringin Sakti, dan PS Panglipur YAAP. Kehadiran pesilat muda dari Chili yang sedang berada di Indonesia untuk mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) di perguruan ASTRABI Meong Congkok Betawi juga menambah keistimewaan acara ini.
Acara Sarasehan Nasional Pencak Silat Tradisi 2024 dipandu oleh Sekretaris Jenderal KPSTI, Wahdat MY, dan Wakil Ketua Umum KPSTI, Drs. Yusron Syarief, yang juga merupakan Dewan Pendiri KPSTI.
(Tim)





